Tangis Terakhirku..

Engkau menamparku lagi..

Setelah setiap kali aku meminta untuk direngkuh dalam rasa aman yang Engkau tawarkan..

Setelah aku selalu merajuk bahwa Engkau tidak pernah mengabulkan impian..

Setelah bujukan dan janji penuh pamrih yang aku tuturkan dalam setiap sujudku yang semu..

Setelah kenistaan yang aku tutupi dalam permohonan tangisku..

Engkau menamparku dengan sangat keras..

Engkau melukai batin rapuh yang aku selimuti dengan kepalsuan

Engkau menghancurkan alibi – alibi yang telah menenangkanku..

Engkau menghempaskan keacuhan yang telah melindungi keberadaan..

Engaku menunjukkan bahwa setiap nila dalam kejernihan berasal dari tanganku..

Ini tangis terakhirku Tuhan..

Tangis karena Engkau menamparku.

Tangis karena Engkau memaksaku untuk berdiri..

Aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan Tuhan..

Aku sudah berdiri..

Menyeka air mataku, dengan amarahku kepadaMu..

dan Aku tahu aku tidak perlu meneriakkannya ke langit agar Engkau mendengarnya..

Sungguh aku terluka Tuhan… sungguh..

Seperti ketika pujaan hati berpaling.. seperti itu….

Ini tangis terakhirku..

Tangis karena aku tidak bisa membenciMu…

dan tidak akan pernah bisa…

~ by fiona verisqa on April 6, 2008.

2 Responses to “Tangis Terakhirku..”

  1. hmmm bagus juga…

    keep strong and be strongger…

  2. beautiful and right!! kita tidak bisa membenci tuhan, apapun yang terjadi itulah yang terbaik. “tidak ada yang lebih baik dari yang telah tercipta” – Ali bin abi thalib, Al_Ghazali, ibn Rusdy-

Leave a Reply