Jika Rendang dipatenkan juga

Maybe you want to check this out

————————————————-

http://ihateindon.blogspot.com/

Friday, November 30, 2007

PANCAGILA NEGARA INDON

 

Sila baca artikel dan laporan akhbar diposting sebelumnya untuk bukti rujukan

 

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

(maksudnya boleh bernikah berlainan agama dan tinggal satu rumah)

2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab

(Maksudnya menjadi pelacur, pendatang haram, kriminal & penipu di Malaysia)

3. Persatuan Indonesia

(Maksudnya lari dari indon dan masuk curi-curi ke Malaysia, sebab di indon tak ada pekerjaan dan tak cukup makan = ALIAS PENGUNGSI EKONOMI)

4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan

(Maksudnya yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin)

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

(Maksudnya bekerja sebagai babu, kuli bangunan, tukang sapu dan pekerjaan hina yang lainnya di Malaysia yang disebut sebagai PAHLAWAN DEVISA. Bila ada bencana mengemis Malaysia)

indon ni bangga sangat dengan pancagila… dari 1945 hingga sekarang masih miskin dan papa kedana

————————————————-

bisa dilihat bagaimana sudut pandang mereka terhadap kita.. dan sebaiknya kita tidak terprovokasi walaupun dasar negara kita sudah dihina sedemikian rupa..

Saya rasa poin penting dari interpretasi si penulis ini terhadap Pancasila adalah bagaimana Indonesia tidak dapat memberikan kehidupan yang layak untuk rakyatnya sendiri sehingga banyak yang harus mengais rezeki di negara lain..

sedih? tapi begitulah keadaannya.. saya pribadi merasa marah dan mengumpat – ngumpat artikel tersebut.. tapi kita sebagai bangsa yang besar juga harus introspeksi diri, mengapa bangsa yang lebih muda dari kita dan mendapatkan kemerderkaan tanpa berusaha bisa menilai kita seperti itu..

Masih banyak yang harus dibenahi di negara kita yang sangat amat kita cintai ini.. dan prioritas kita bukan untuk mengganyang Malaysia melainkan untuk menyejahterakan rakyat yang harus menjadi TKI illegal – dimana dirinya disiksa dan tidak dipandang sebagai manusia, menyelamatkan wanita – wanita yang harus melayani nafsu bejat pria Malaysia (dan pria berkebangsaan lainnya) serta seluruh rakyat Indonesia dengan segala permasalahan ekonomi, sosial, budaya, politik dan bahkan agama yang sedang menggerogoti ibu pertiwi…

Bisa? tentu saja kita bisa!

TETAP BERJUANG INDONESIA!!!

- sekian

~ by fiona verisqa on December 2, 2007.

2 Responses to “Jika Rendang dipatenkan juga”

  1. dari mana dapet link benci nya?

    saya juga dengan spenuh hati gak suka dengan artikel itu, tp ada hal lain yg menkhawatirkan:

    gimana klo orang mrespon dengan kpala panas, dengan generalisasi habis-habisan. Akhirnya, positive feedback buat permusuhan. Sejauh generalisasi saya (yang cukup habis-habisan), orang Indonesia suka mrespon dengan cepat dan emosional.

    saya _sangat_ setuju kalau prioritas kita bukan untuk mengganyang sang tetangga. Bahkan, jangan pernah untuk slamanya kita punya mengganyang orang lain dalam prioritas atau daftar kegiatan kita (bukan kalau bisa, perjuangkan supaya bisa). Buat apa coba?

  2. Hoi Fio, pa kabar? Gue denger2 lu katanya mo jadi Ketua Senat FKG nih? Cie, cie.. Gue doain deh biar menang. Di Depok juga udah jarang ngumpul nih. Kapan2 kalo diajak ngumpul2, dateng ya, anggap aja perpisahan.

    Anyway, Fio, kalo masalah paten2an n benci ama malaysia (sori ga pantes dikasih huruf ‘M’), reaksi gue ambigu nih. Gue keseeel banget ma malaysia, oops sori malingsia, bis seenaknya aja ngaku2 mentang2 baru lebih kaya dikit dari Indonesia aj. Tapi di lain pihak gue juga kesel ma pemerintah n orang Indonesia kebanyakan karena mereka secara nggak langsung, sedikit banyak, telah membuat Indonesia dipandang sebagai bangsa yang nggak lagi besar, palingan besar secara populasi n wilayah.

    fio: maka dari itu man, gw merasa prioritas kita bukan membenci malaysia (setuju, ga perlu huruf kapital) melainkan membenahi diri supaya ga diinjek – injek lagi! btw.. alamat blog lo apa ya man? gw kehilangan jejak.. mau gw link soalnya.. thx b4 he3.

Leave a Reply