Monthly Archives: December 2007

Jlebbb…

Jlebbb…

Hahaha.. ga jelas banget ya.. sedikit menjelaskan.. bahwa “Jlebb” merupakan bunyi yang ditimbulkan jika terdapat benda tajam, keras, dan padat yang menembus materi lunak. Bunyi ini sering dipergunakan untuk menggambarkan perasaan tertusuk *bukan begitu bukan?*

ok, cukup penerangannya.. (agak kurang penting juga ya)

Nah, bunyi itu gw pilih untuk menjadi judul postingan saya karena saya baru saja melakukan blog walking ke beberapa blog anak UI. biasanya saya blog walking ke blog anak – anak ITB, terutama IF soalnya memang komunitasnya lebih besar dan sering di update. Berhubung gw anak UI, gw mencoba untuk mencari komunitas blogging anak UI, yang ternyata didominasi sama anak Fasilkom (wajar sich, akses teknologinya paling ok)

Pas nyasar ke salah satu blog anak fasilkom yang menceritakan tentang mantan, ttm, serta pacarnya yang berprestasi (belum minta izin nih he3), gw merasa tertohok. Di postingan tersebut, ia menceritakan wanita – wanita yang pernah singgah dihidupnya, yang punya segudang prestasi dalam berbagai bidang. Yang terlintas di otak gw adalah

“d*mn! those girls are amazing! and there’s A LOT OF THEM”

Gw sangat kagum dengan para mahasiswi yang bisa menyeimbangkan berbagai aspek dalam kehidupannya. Akademis yang gemilang, aktif di organisasi kemahasiswaan, kegiatan ekstra kampus yang cemerlang, punya bakat seni atau olahraga, serta masih punya waktu untuk pacarnya yang juga tidak kalah berprestasi! *hahahaa…miris nih* Inner beauty nya pasti bersinar – sinar, apalagi yang memang dianggap masyarakat punya outer beauty yang menyejukkan.

Sedangkan gw??? err, nampaknya memang kesalahan ada di diri sendiri.. semakin besar usaha, semakin besar hasil.. gw kan pada dasarnya pemalas.. hal ini berimbas pada kemalasan gw meninggalkan rumah, bagaimana mau berprestasi ya? Ditambah dengan sifat gw yang kurang bersemangat dan gampang patah arang.. he3.. sisi melancholy dari kepribadian choleric-melancholy gw..

Baiklah, nampaknya saya sudah punya resolusi besar untuk tahun 2008, yaitu….

“menjadi perempuan yang berprestasi dalam berbagai bidang kehidupan! sehingga sang pacar dapat membanggakan saya di blog nya! (btw, pacar darimana fi??? :p).

Jadi, untuk mewujudkannya, gw harus lebih banyak mengerahkan tenaga dan keluar dari zona nyaman! Oh iya! dan mengaktifkan sisi choleric gw! supaya gw bisa sedikit berapi – api :D

Well, i think i can do it! *suara hati fio*

HIDUP MAHASISWI! SEMANGAAATTT!!!!

-sekian

PS:

HAPPY NEW YEAR for all :)

postingan resolusi spesifik akan segera menyusul!

Untuk BEM UI 2007…

Untuk BEM UI 2007…

Minggu, 30 Desember, melawan rasa kantuk yang meraja karena terpaksa bangun pagi untuk segera menuju Plaza Senayan dalam rangka menonton Golden Compass bersama keluarga pukul 09.30 pagi (yup, jam segitu! dimana gw standby di 21 PS dari jam 7.30 agar dapet tempat pw.. bahkan mas2 satpam aja bingung.. Btw, the movie was great! love it! terutama si Iorek, the armored bear.. dying to have one >_<) Saya pergi menuju Depok untuk menghadiri acara perpisahan BEM UI 2007 “Akhirnya kumpul juga”. Saya pergi karena saya merasa tidak enak pada anak – anak pusgerak, terutama Ivan Ahda sebagai kepala departemen yang sudah begitu toleran terhadap ketidakhadiran saya selama ini.. diluar itu, saya tidak terlalu bersemangat.

Ternyata, keputusan saya untuk datang adalah keputusan yang tepat, karena acara tersebut menyadarkan saya bahwa saya punya keluarga di Depok.. keluarga besar Badan Eksekutif Mahasiswa UI 2007, dengan bang Dika sebagai panglimanya

sebenarnya.. saya sangat berasa bersalah kepada keluarga ini.. sering sekali saya melewatkan acara – acara departemen sendiri, apalagi acara departemen lain.. lebih parah lagi.. saya tidak tahu apa saja yang sudah departemen lain lakukan, karena memang prioritas utama saya adalah SMFKG UI kala itu..

tapi sungguh, jika saya bisa mengulang waktu, sedikit saja.. saya ingin memperbaiki semuanya.. ketidakhadiran saya, keterlambatan saya, kontribusi saya yang sangat tidak optimal, yang selalu diberikan apresiasi luar biasa oleh teman – teman BEM-ers..

Sesal saya datang kembali ketika saya memasuki ruang BEM, dimana ada kantung – kantung kecil berwarna ungu yang didalamnya terdapat nama setiap anggota BEM UI.. saya melihat ada nama saya berdampingan dengan nama anggota berinisial “F” lainnya.. dan di kantung kecil itu terdapat berbagai pesan semangat dari teman – teman PSDM.. ada secarik kertas dengan sebutir permen, sederhana dan manis.. di kertas mungil itu tertera untaian kalimat yang intinya yang bisa mereka lakukan hanyalah menyemangati dan menjaga saudaranya.. agar tetap berjuang dan merasa nyaman di keluarga ini…..

saya hanya bisa tersenyum lirih dan membawa pesan – pesan itu bersama saya, karena mulai tahun depan.. kantung itu akan berganti dengan nama pejuang muda lain..

Perasaan ini makin tidak terbendung ketika teman – teman media mempersembahkan sebuah video perjalanan BEM UI 2007.. dimana ada saya didalamnya.. saya yang selama ini tidak memberikan 100% usaha saya.. saya yang selalu disemangati oleh teman – teman pusgerak, yang mengirimkan sms ketika saya tidak dapat hadir karena saya sakit.. saya yang didorong untuk maju menjadi calon ketua BEM FKG UI oleh Ivan si kadept yang ingin agar anak buahnya menjadi ketua senat di fakultas masing2 (ambisi mu.. van van…) sungguh, hal itu yang membuat saya memutuskan untuk maju…. dan maaf jika saya mengecewakan kalian semua…

Tetesan airmata pun tidak dapat saya tahan ketika video itu menunjukkan perjuangan teman – teman semua, terutama teman – teman bidang polhum (apalagi akprop) yang siap turun membela rakyat.. tidak peduli dengan cemoohan orang yang semakin menyakitkan hati.. dimana saya memilih untuk tidak berjuang bersama dan menjalani hidup saya sendiri….. tidak ada kata selain sesal yang dapat mencerminkan apa yang saya rasakan..

Saya ingin ada disana! saya ingin berada di dalam barisan tersebut! saya ingin ikut berteriak! saya ingin mengenakan jaket kuning saya dan membiarkannya basah dengan peluh…

Tapi.. waktu tidak dapat diulang… tidak dapat diputar kembali..

Hanya kata maaf yang bisa saya ucapkan.. dan terimakasih atas pembelajaran yang telah kalian berikan.. atas keluarga yang luar biasa.. untuk seorang fiona..

PS:

Buat BPH, akhirnya datang juga – nya oke banget! kapan lagi bisa liat bang Dika mati kutu he3… nice! :p

-sekian

Hey virus! i’m Linux! (menirukan iMac he3)

Hey virus! i’m Linux! (menirukan iMac he3)

Linux.. sebuah operating system yang menakutkan bagi orang – orang yang mempunyai kemampuan IT terbatas seperti saya. Tapi justru dengan kemampuan terbatas ini, saya merasa sangat menderita jika virus – virus lokal maupun interlokal menyerang PC saya tercinta, terutama jika media perantaranya adalah flashdisk andalan yang menyimpan berbagai file penting. Sudah jatuh tertimpa tangga pula..

Solusi dari virus – virus ini katanya adalah antivirus. TAPI tetap saja, berbagai antivirus yang sudah saya coba (mcAffee, norton, AVG, Avira, you name it) tidak berdaya melawan virus – virus yang dibuat oleh para pengecut dunia maya (saya rasa mereka juga pengecut di dunia nyata) tersebut. Dari yang menyatakan kebenciannya kepada sebuah negara adidaya, ungkapan patah hati, pamer kemampuan programming sampai memang yang murni iseng, virus berkonten “khusus” itu cukup membuat kehebohan pada skala kecil seperti di PC atau laptop pribadi dan skala besar seperti di database perusahaan. Terkadang bertanya – tanya, apakah para pembuat virus yang kreatif itu sadar akan penderitaan dan kenestapaan yang mereka perbuat kepada kami? sungguh besar dosamu wahai pencipta virus! perbuatanmu itu nyaris membuat keluarga saya jatuh dalam krisis (seriously..)

Baiklah, cukup dengan segala curahan hati mengenai virus. Katanya, terdapat sistem operasi tertentu yang kebal terhadap serangan virus yang mayoritas ditujukan kepada OS yang paling digdaya saat ini. Yang satu merupakan momok bagi normal user seperti saya (yup, si Linux itu) dan yang satu.. agak kurang terjangkau dan kompatibilitasnya masih kurang di negara kita tercinta (yup, si Mac itu). Nah, dengan segala pertimbangan yang ada serta pengaruh lingkungan, saya memutuskan untuk menggunakan Linux sebagai OS di vaiona (yup, laptop saya namanya vaiona =p)

Ternyata, Linux ini menyenangkan dan tidak seseram yang saya bayangkan. Tidak perlu command prompt yang sangat tidak saya kuasai, dan kalau perlu tambahan program atau driver, tinggal sambungkan ke internet, beres! secara umum sama dengan windows, mungkin perlu adaptasi beberapa lama agar terbiasa dengan istilah – istilah yang sedikit berbeda.

Intinya, ini merupakan solusi yang baik untuk saya, dan layak dicoba! terutama untuk anda yang sudah jengah dengan virus dan punya kemampuan IT yang kurang canggih.

hidup Linux! dukung opensource! :D

-sekian

Ternyata rendang sudah dipatenkan!!!

Ternyata rendang sudah dipatenkan!!!

Baru lihat di metrotv.. rendang sudah dipatenkan si tetangga..

ya ampun.. sekalian aja jaipong gitu? atau inul juga mau dipatenkan? dewi persik? lebih ‘mengundang’ lho dibandingkan Reog Ponorogo yang sarat dengan perjuangan rakyat!

Ini pukulan terhadap kekayaan intelektual bangsa Indonesia! terutama kekayaan urang awak! (Saya terlihat berapi – api karena saya sendiri berdarah minang.. sungguh saya tidak terima..)

Tapi.. Sekali lagi.. kita bangsa yang besar! jadi.. harus sabar dan menghadapinya dengan bijaksana.. walaupun bisa jadi “emping” pun nanti dipatenkan.. kita harus lebih menghargai kebudayaan sendiri yang membuat negara tetangga sirik.. (sirik tanda tak mampu bukan??). Ternyata warisan nenek moyang yang mungkin kita anggap kuno, kolot dan kurang dilestarikan lebih dihargai oleh negara lain.. sampai – sampai ingin dimiliki oleh mereka..

Solusi untuk masalah ini adalah, mengajukan hak paten untuk semua kekayaan intelektual dan budaya kita! jangan sampai dendeng batoko diambil, ayam pop di-hak miliki, dan pempek dibajak! saya tidak sudi! (saya juga berdarah Palembang..)

Ada yang tahu tata cara mempatenkan semua itu? saya tunggu!!!

PIRACY IS A CRIME!

-sekian

Jika Rendang dipatenkan juga

Jika Rendang dipatenkan juga

Maybe you want to check this out

————————————————-

http://ihateindon.blogspot.com/

Friday, November 30, 2007

PANCAGILA NEGARA INDON

 

Sila baca artikel dan laporan akhbar diposting sebelumnya untuk bukti rujukan

 

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

(maksudnya boleh bernikah berlainan agama dan tinggal satu rumah)

2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab

(Maksudnya menjadi pelacur, pendatang haram, kriminal & penipu di Malaysia)

3. Persatuan Indonesia

(Maksudnya lari dari indon dan masuk curi-curi ke Malaysia, sebab di indon tak ada pekerjaan dan tak cukup makan = ALIAS PENGUNGSI EKONOMI)

4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan

(Maksudnya yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin)

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

(Maksudnya bekerja sebagai babu, kuli bangunan, tukang sapu dan pekerjaan hina yang lainnya di Malaysia yang disebut sebagai PAHLAWAN DEVISA. Bila ada bencana mengemis Malaysia)

indon ni bangga sangat dengan pancagila… dari 1945 hingga sekarang masih miskin dan papa kedana

————————————————-

bisa dilihat bagaimana sudut pandang mereka terhadap kita.. dan sebaiknya kita tidak terprovokasi walaupun dasar negara kita sudah dihina sedemikian rupa..

Saya rasa poin penting dari interpretasi si penulis ini terhadap Pancasila adalah bagaimana Indonesia tidak dapat memberikan kehidupan yang layak untuk rakyatnya sendiri sehingga banyak yang harus mengais rezeki di negara lain..

sedih? tapi begitulah keadaannya.. saya pribadi merasa marah dan mengumpat – ngumpat artikel tersebut.. tapi kita sebagai bangsa yang besar juga harus introspeksi diri, mengapa bangsa yang lebih muda dari kita dan mendapatkan kemerderkaan tanpa berusaha bisa menilai kita seperti itu..

Masih banyak yang harus dibenahi di negara kita yang sangat amat kita cintai ini.. dan prioritas kita bukan untuk mengganyang Malaysia melainkan untuk menyejahterakan rakyat yang harus menjadi TKI illegal – dimana dirinya disiksa dan tidak dipandang sebagai manusia, menyelamatkan wanita – wanita yang harus melayani nafsu bejat pria Malaysia (dan pria berkebangsaan lainnya) serta seluruh rakyat Indonesia dengan segala permasalahan ekonomi, sosial, budaya, politik dan bahkan agama yang sedang menggerogoti ibu pertiwi…

Bisa? tentu saja kita bisa!

TETAP BERJUANG INDONESIA!!!

- sekian