Missing you so badly..

•November 7, 2008 • 4 Comments

After seeing my friends played in dream band dance, especially the band competition.. brought me some good old memories when i was a band player.. i missed them, more than i ever felt. It has been 2 years since my last “performance”.. and i don’t know when i’ll be able to do that again, remembering some terms and conditions applied to my circumstances..

oh well, i think i’ll browse some chords, grab the dusty guitar and sing for myself.. :D

Won’t find this kind of thing in Indonesia

•August 6, 2008 • Leave a Comment

This is McCain’s ad that insults opposes obama.. especially his future energy policy

and this is paris hilton’s respond.. and how surprising! she’s horribly smart :D

ha3… won’t find it in Indonesia…

Untukmu yang tersiksa…

•August 2, 2008 • 2 Comments

Duhai jiwa yang tersiksa..
Yang didekap kesedihan kala daun menitikkan embun
dan direngkuh ketakutan kala malam menyekapmu dalam kesendirian

Duhai jiwa yang meragu..
Yang merasa menafikan dunia hanya sebagai pelarian dari ketidakmampuan
dan merasa mengejar akhir yang bahagia karena tiada sempat mengecap di mula

Duhai jiwa yang berselimutkan duka..
dibandingkan raga yang begitu rapuh.. yang menunggu untuk dilerai waktu..
kamu begitu sempurna..
kamu diberikan kehidupan dari sang Maha Menghidupkan
kamu dipelihara oleh sang Maha Memelihara
kamu dimuliakan oleh sang Maha Memuliakan
kamu dibimbing oleh sang Maha Pembimbing
dan kamu dicintai oleh sang Maha Mencintai..

Duhai jiwa yang redup tiada menyala..
Sesungguhnya dirimu begitu kuat.. karena kamu selalu diajarkan untuk menjadi kekuatan bagi semua yang diciptakan oleh sang Maha kuat
Sesungguhnya dirimu begitu pengasih.. karena kamu tahu betapa kasih sang Maha pengasih selalu memenuhi hatimu..
Sesungguhnya dirimu begitu beruntung.. karena kebaikan yang ada dirimu hanya dianugerahkan kepada orang – orang sabar sepertimu..

Duhai jiwa yang resah akan jalan yang telah diretas..
Janganlah kamu merasa takut..
Janganlah kamu merasa sedih..
karena Dia telah menjanjikan surga kepadamu..
Karena Dia yang menjadi pelindungmu.. dalam kehidupan awal maupun akhir..

Duhai jiwa yang akan kembali memenuhi janji setia kepadaNya..
sungguh, Tiada yang lebih baik darimu..

—-

Sebuah self-encouragement yang ingin saya bagi :)

inspired by QS: 41 ayat 30 -38.

Menegakkan diri..

•August 2, 2008 • Leave a Comment

Straight to the point, gw ada orang yang ga pernah nyaman dengan adanya keterikatan “peer” seperti yang biasa dilakukan di dalam pergaulan.. ada sekelompok orang yang bisa dibilang selalu bersama, saling memperhatikan dan menjadi cluster sendiri dalam populasi. Gw ga bilang itu salah.. gw pernah mencoba mengadaptasi sistem seperti itu ketika gw masih sd dan smp.. mencoba menemukan sekumpulan orang yang menjadi temen dekat. Tapi pada akhirnya, gw ga terlalu nyaman dengan konsep diri seperti itu dan memutuskan untuk menjadi solitarian selama di SMA, dan kalau diingat – ingat, masa itu adalah masa dimana gw begitu nyaman dengan diri gw..

Berbeda cerita ketika gw memasuki jenjang perguruan tinggi. Kampus gw merupakan keluarga kecil yang satu angkatannya tidak mencapai 100 orang. Tiba – tiba gw dihadapkan dengan komunitas dimana setiap orang mempunyai kelompoknya sendiri.. and i’m all alone.. terkadang gw sedih jika tidak diajak dalam kegiatan yang melibatkan satu atau beberapa kelompok.. sampai – sampai gw beberapa kali “mengorbankan diri” dalam arti kata menjadi pribadi yang berbeda hanya agar gw bisa masuk ke lingkaran tersebut.. walaupun gw tetap tidak mau mencari peer.. ha3..

Intinya.. i want to be counted.. gw ingin dihitung.. gw tidak ingin menjadi bukan siapa – siapa.. gw ingin diingat.. bukan karena gw bagian dari apa.. melainkan karena gw adalah.. fio.. yang sampai sekarang masih agak sulit bagi gw untuk menegakkan konsep tersebut… lho.. koq jadi ga pede???

Ha3.. Jadi ingat perkataan seorang teman baik gw “Jangan mau dideskripsikan oleh orang lain.. lo lah yang harus menciptakan deskripsi diri lo sendiri…” yang menurut gw adalah kunci dari masalah jati diri gw dan mungkin banyak orang lainnya :)   ya sudah toh, diakhiri saja masalah ABG ini (agar bisa mulai menyelesaikan masalah – masalah lain yang lebih penting, sudah terlalu banyak PR yang menunggu untuk dikerjakan!).

Jika mendeskripsikan diri adalah kunci dari masalah ABG tersebut di atas, maka bersyukur adalah jawaban utama dari masalah yang sama :) yang selama ini kurang gw lakukan :( .. setiap manusia diciptakan dengan tugasnya masing – masing.. dan dengan perbedaan yang ada, manusia dapat saling mengenal dan mengisi :) bukan hanya dengan membentuk cluster untuk saling berbagi suka-duka, tetapi juga saling berdiskusi dan bertukar pikiran untuk menjawab segala  permasalahan yang ada agar bisa menjadi sebenar – benarnya khalifah sehingga tidak mengecewakan-Nya..

kita adalah seseorang.. kita adalah siapa – siapa.. kita dapat mengubah dunia jika kita mau.. we’re so powerful sis! and bro of course.. (baru benar – benar menyadari semua ini ketika nulis :p)

Akhirnya.. gw benar – benar merasakan apa makna dari be yourself.. kemana aja ya gw selama ini he3..

-sekian..

Jeritan Hati Serambi Madinah

•July 29, 2008 • 1 Comment

Jadi begini, tgl 12 – 17 Juli yang lalu BEM FKG UI 2007 – 2008 mengadakan Kerja Sosial di Kalimantan Selatan, maksud hati, segera setelah pulang membuat laporan tentang suka – duka berada di borneo sana, tetapi dikarenakan sesuatu dan lain hal (kemalasan nge-blog dan skripsi yang lebih menuntut perhatian -red) tertundalah reportase ini he3.. terus mengapa saya namakan posting ini Jeritan Hati Serambi Madinah? karena saya baru tahu kalau daerah asal ian kasela ini (kasela = kalsel, got it?) mempunyai julukan serambi Madinah! Bukan bukan… karena saya merasa punya kewajiban untuk menyampaikan uneg-uneg terstruktur maupun tidak terstruktur dari warga daerah tersebut. Kenapa? berikut penjabarannya

Kersos FKG UI ini sangat didukung oleh pemda setempat, mulai dari gubernur sampai kepala desa. Hal ini menyebabkan persiapan acara yang cukup baik DAN memberikan kami kewajban untuk beramah – tamah dan menghadiri penyambutan di berbagai tingkat pemerintahan. Sebenarnya menyenangkan sih, karena setiap penyambutan pasti ada acara makan siang atau makan malam atau bahkan makan pagi (semoga dana konsumsinya tidak berasal dari pos – pos anggaran yang tidak seharusnya ya pak :D ). Nah, yang namanya penyambutan pasti ada sambutan – sambutan.. ya harus didengarkan bukan? (Bukaaaan). Penyambutan pertama rombongan kami bertempat di kantor gubernur kalsel, jadi yang memberikan sambutan adalah kepala dinas kesehatan kalsel, wakil dekan fkg ui sebagai perwakilan kampus dan tentu saja gubernur yang diwakili oleh sekda. Layaknya sambutan, biasanya pasti terkait dengan tema acara bukan? hal tersebut tercermin dari sambutan kadinkes dan wakil dekan, yang membicarakan kersos sebagai wujud pengabdian masyarakat, prevalensi penyakit gigi mulut yang menempati posisi nomor 2 di kalsel, kersos sebagai usaha meningkatkan derajat kesehatan rakyat Indonesia dan berbagai ucapan terima kasih. Tapi, sambutan dari sekda kalsel bisa dibilang melenceng dari tema acara yang ada. Beliau banyak membicarakan mengenai ketidakpuasan pemerintah daerah tentang desentralisasi dan otonomi daerah yang kurang berjalan dengan baik. Asumsi saya, beliau menganggap ini kesempatan untuk menyampaikan uneg – uneg di hadapan mahasiswa – mahasiswa yang sedang memakai jaket almamaternya yang mungkin biasa dilihat mengkritisi kebijakan pemerintah di tv akhir – akhir ini. Tapi, berkat kata – kata sambutan beliau, saya jadi tersadar bahwa kondisi setiap daerah itu berbeda.. kebutuhan pulau Jawa dan pulau Sumatera berbeda, apa yang kurang di Sulawesi bisa jadi berbeda dengan apa yang kurang di pulau Kalimantan. Pak Sekda sungguh antusias ketika membicarakan fakta bahwa di Kalsel pemadaman listrik merupakan hal yang lumrah (bahkan ketika acara penyambutan, kantor gubernur sedang terkena giliran..) padahal kalsel merupakan daerah penghasil batubara.. ironis bukan? lalu masalah BBM, di kalsel antrian BBM merupakan masalah yang nyata.. perjalanan kami dari penginapan ke pusat kota “dihiasi” kemacetan yang disebabkan oleh antrian BBM di setiap SPBU. Bahkan orang – orang yang mengantar kami ke daerah pelaksanaan kersos saja harus mengantri selama lebih dari 12 jam sebelum menjemput kami ke kota. Hal tersebut menyebabkan begitu berharganya bensin eceran.. yang dijual dengan harga Rp. 10.000 – 11.000. Tapi (tapi ketiga..) masyarakatnya tidak se”heboh” warga Jakarta yang bisa – bisa langsung protes, demo atau melakukan aksi – aksi yang kurang bijak. Kenapa? Lanjut ke sambutan pak camat

Sekarang masuk ke sambutan pak camat Salambabaris, salah satu kecamatan tempat kami mengadakan kersos. Apa yang pak camat sampaikan kurang lebih sama dengan apa yang disampaikan pak sekda. Kecamatan ini juga sering mengalami pemadaman listrik bergilir, apalagi di desa pantai cabe (tempat kami mengadakan kersos dan tinggal selama 3 hari). Di desa tersebut, jika perlu air bersih harus membeli, tidak ada air pam seperti di Jakarta. Padahal desa transmigran itu tidak jauh dari penambangan batu bara, berjarak sekitar 1 jam perjalanan dengan mobil, harusnya kaya bukan?.. Menurut pak sekda dan pak camat, batu bara yang ada dibawa ke pulau Jawa atau diekspor.. sehingga daerah asal tidak kebagian “enaknya”. Kalau begini, wajar saja jika terjadi gerakan – gerakan separatisme karena ketidakpuasan terhadap pemerintah pusat… Pak camat dan dinkes kecamatan juga menyampaikan kebingungan mereka terhadap aksi – aksi anarkis terkait BBM di pulau jawa atau di kota – kota besar. Di kalsel yang harga solar bisa mencapai 20 ribu saja masyarakatnya adem ayem.. (menurut mereka dan menurut wawancara kecil yang panitia sempat lakukan). Pejabat – pejabat tersebut menganjurkan kepada mahasiswa (aduh mahasiswa lagi.. PRnya banyak ya.) untuk mendesak pemerintah meningkatkan pendidikan dan kesehatan.. kalau masalah BBM, mereka tidak terlalu bermasalah.. Bingung kan kenapa? lanjut ke obrolan singkat dengan warga desa..

Selama pelaksanaan kersos, kami tinggal di rumah – rumah warga yang rata – rata terbuat dari kayu atau sebagian kayu sebagian beton. Merupakan kesempatan baik untuk “mengorek” cerita versi warga, toh mereka yang sebenar – benarnya merasakan dampak kebijakan – kebijakan pemerintah. Setelah mendapatkan momen yang tepat, saya mencoba mengobrol dengan nyonya rumah yang pada waktu itu sedang mempersiapkan keperluan anaknya yang akan masuk TK. Berikut percakapannya..

–ramah tamah di skip–

Fio (f): Bu, sejak kenaikan harga BBM bagaimana keadaan warga di sini?

Nyonya rumah (N): baik baik aja

f: (bagaimana bisa?? *dalam hati*) oh begitu bu? kenapa?

N: soalnya pendapatan kita juga naik

f: pendapatan apa bu?

N: rata – rata kan di sini petani karet, harga karet juga ikut naik

..tiba – tiba tuan rumah datang dan ikut nimbrung pembicaraan..

Tuan Rumah (T): iya, disini jadinya seimbang

f: harga – harga ga ada yang naik pak?

T: oh, harga pupuk jadi naik sih

f: terus pengaruh ga pak?

T: pengaruh.. tapi gpp, selama pupuknya ada, ga jadi masalah

f: kalau sembako ga naik pak?

T&N: enggak..

N: selama barangnya ada, harganya naik juga gapapa

f: kalau sekolah bayar ga bu?

N: disini sekolah udah ga bayar, paling uang seragam, jadi ga ada alasan ga sekolah

f: kalau berobat?

T: kalau berobat di puskesmas paling bayar 2000.. kalau di rumah sakit katanya ga bayar, tapi saya belum pernah ke RS tuh.. jadi kurang tau pelayanannya baik atau enggak.. ya kalau bisa sarana – sarananya diperbaiki, gedung – gedung sekolah dan kualitasnya juga ditingkatkan..

f: wah, jadi bapak dan ibu suka bingung ya kalau nonton tv, di jawa sering demo

T: iya.. menurut saya bebannya pulau jawa itu sudah terlalu besar.. masyarakatnya ga punya pendapatan.. jadi rentan kalau kena kenaikan harga..

(Fyi, keluarga tempat saya tinggal adalah keluarga transmigran dari pulau jawa..)

–akhir pembicaraan–

Sekarang mengerti kan mengapa saya sebut uneg – uneg terstruktur? karena semua orang menyampaikan konten yang sama, masalah yang sama dan tuntutan yang serupa… yang saya rasa tidak atau jarang ditemukan di Jakarta.. apalagi masyarakat di sana menitipkan uneg – uneg tersebut kepada kami, mahasiswa, yang ternyata masih menjadi harapan mereka, yang mereka nilai mempunyai kapabilitas untuk menyelesaikan masalah – masalah di masa depan, mahasiswa yang dianggap akan memperjuangkan nasib mereka.. orang – orang yang jauh dari pusat pemerintahan.. yang nampaknya kurang tersentuh… yang “lidahnya” tidak sampai ke para pejabat di Jakarta (nah lho, DPDnya pada ngapain? :p)

Masalahnya, terkadang kita sering terfokus pada satu masalah dan dalam lingkup maupun sudut pandang yang sempit,, bisa jadi selama yang kita lihat hanya kepentingan dan masalah di pulau Jawa saja, padahal daerah lain juga punya masalah.. mengutip kata pak dinkes kecamatan “Kalimantan Selatan juga bagian dari NKRI!” dan begitu pula 31 propinsi lainnya..

Saatnya bergerak dan menjadi jawaban permasalahan bangsa, bukan menjadi masalah baru.. bisa? tentu saja bisa!

Hidup Rakyat Indonesia!

Namanya ‘pengorbanan’

•June 21, 2008 • 4 Comments

Ini adalah cuplikan obrolan seorang anak perempuan yang sedang berupaya menyelesaikan pendidikan dokter giginya dengan sang ibu mengenai masa depan..

A (anak perempuan ) : Ma, aku nanti mau ngambil spesialis bedah mulut..

M (mama): oh.. berapa tahun tuh?

A: realistisnya 8 tahun..

M: oh..

A: … (terdiam sejenak) tapi bingung ma..

M: bingung kenapa?

A: kan 8 tahun tuh.. maunya setelah angkat sumpah dokter langsung lanjut atau enggak PTT dulu deh 2-3 tahun baru ambil spesialis.. berarti ambil spesialisnya sekitar umur 25 an gitu..

M: terus?

A: nah, umur segitu kan pasnya nikah kan ma

M: iya..

A: nah! kalo spesialis kan dari pagi sampe sore.. misalnya punya suami kayaknya ga masalah, waktu kerja kan jam segitu.. jadi bareng.. tapi kalo punya anak, siapa yang ngurus ya.. mama mau dititipin ga? :D selama pendidikan aja..

M: eh, ga boleh gitu.. memangnya di ajaran Islam ada titip2an anak?

A: *mikir* nabi Muhammad kan dititipin ke Ibu asuhnya sampe sekitar umur 7 tahunan ma *senyum kemenangan*

M: Hmm.. alasannya kenapa?

A: err… kalo ga salah supaya nabi Muhammad tumbuh di lingkungan yang lebih baik.. kan rumah ibu asuhnya di pedesaan

M: kenapa Ibunya ga ikutan ke pedesaan waktu itu?

A: … *ga tau alasannya*

M: kan yang dititipin anak sama Allah kan kamu.. kamu yang jaga donk.. masa’ mama..

A: … *ga tau harus ngomomg apa*

M: udah, kamu cari tahu dulu hukumnya.. pertimbangkan baik-buruknya juga

— end of conversation—

waaa.. bagaimana ini.. tidak direstui mengambil spesialis bedah mulut :( ( gimana donk.. apa titip ke mertua aja ya? kalau begini terus sepertinya harus ganti spesialis nih.. huhuhu

Harus ada yang dikorbankan memang, mau jadi istri dan ibu yang baik atau mau jadi dokter gigi dan akademisi yang berdedikasi membantu mewujudkan Indonesia sehat

memangnya ga bisa empat – empatnya ya… hmph..

-sekian

No turning back…

•June 11, 2008 • Leave a Comment

so.. there’s no turning back..

for me.. or for the one who had decided to walk straight ahead..

the road wasn’t meant to be for both of us..

i’ve always wanted to stay.. as the road was meant to be passed by..

i’ve always hated a journey.. i never want to be so far..

i’ve been here.. always been here…

most of all.. i’ve always wanted you to stay.. you.. the one who walked away

the one who left..

and there’s no turning back.. or turning head for me..

I’ll run to you if you let me.. i’ll catch up those things that you left along the rapid steps..

but you didn’t let me to..

and i’m broken..

not into pieces..

cause i know that won’t be good for me.. for my journey that i’ve always hated

i’m moving from this road.. this road of yours..

i’ll step to the pavements.. where there will be no traces of you..

i’ll continue.. as you will.. fly from my thoughts… and be drained from my heart…

time heals.. always heals..

take care……

Ga ngaruh ternyata..

•May 18, 2008 • 3 Comments

Baru inget… pas nonton market review di metro tv.. kenaikan harga BBM memicu perubahan positif di pasar modal.. sedangkan aksi – aksi di bulan Mei ini tidak membawa perubahan apa – apa.. (baik positif maupun negatif..)

apakah ini tanda bahwa “aksi” tersebut sudah powerless?

Bukalah mata dan hati……… masa’ mau terus – terusan terjebak di mimpi indah sendiri?

Reformasi Gerakan Mahasiswa

•May 13, 2008 • 12 Comments

Persis sehari yang lalu, 12 Mei 2008, ribuan mahasiswa yang kampusnya tergabung dalam aliansi strategis BEM Seluruh Indonesia atau BEM SI melakukan aksi nasional dalam rangka menyampaikan tujuh gugatan rakyat yang dikenal sebagai TUGU RAKYAT. Tugu rakyat ini merupakan hasil kesepakatan Konferensi Aktivis Gerakan Se Indonesia pada akhir Maret lalu… dimana gugatannya mencakup hampir seluruh aspek kehidupan berbangsa yang dinilai mempunyai masalah kronis yang tidak kunjung menunjukkan tanda – tanda penyembuhan. Konferensi tersebut diselenggarakan oleh UI atas amanah BEM SI…

Sampai disini ada yang salah? saya rasa tidak.. tidak ada yang salah dengan pertemuan para mahasiswa yang peduli dengan nasib bangsanya, toh, mereka tidak mengganggu siapapun, kecuali diri sendiri karena harus mengorbankan waktu kuliah, uang, tenaga, pikiran, dan kehidupan pribadinya. Bahkan untuk mahasiswa UI sendiri, seminggu sebelum, KAGSI, BEM UI mengadakan konferensi aktivis gerakan se UI (KAGUI), yang mengumpulkan pemikiran – pemikiran mahasiswa UI dari berbagai fakultas untuk menjawab masalah – masalah yang ada, dan sungguh, konferensi itu tidak menghasilkan bahwa mahasiswa UI harus turun aksi! tapi untuk melakukan berbagai gerakan yang diperlukan sebagai solusi setiap masalah tersebut. Jika aksi yang dikenal oleh masyarakat selama ini (aksi yang katanya berisik, cuma teriak – teriak, membuat jalanan macet dll) merupakan salah satu bentuk gerakan yang diperlukan, baru hal tersebut dijalankan. Kesepakatan KAGUI, tidak hanya aksi yang menjadi satu – satunya jalan, terdapat berbagai opsi lain seperti pembentukan POSBAHUM atau pos bantuan hukum oleh mahasiswa FHUI, lalu community development seperti yang sudah dilakukan oleh BEM UI 2 tahun belakangan ini atau kerja sosial dengan agenda pengaplikasian energi alternatif yang sebentar lagi akan dilaksanakan oleh FT UI, dan yang sekarang sedang “in” yaitu gerakan lingkungan dengan cita – cita menjadikan UI sebagai pilot project universitas dengan pembangunan berwawasan lingkungan. Ada yang salah dengan kesepakatan tersebut? saya rasa tidak.. karena gerakan mahasiswa memang lebih dari sekedar aksi berkoar – koar dijalan, mengancam akan menurunkan pemerintahan yang sedang berjalan, lalu pulang dan meninggalkan sampah – sampah di tempat kejadian.

Ketika para perwakilan kampus anggota BEM SI seperti UNJ, PNJ, UGM, UNY, Unpad, IPB dan universitas lainnya berbicara mengenai saat KAGSI sekarang adalah saatnya melakukan reposisi gerakan, saya sangat setuju. Gerakan sekarang harus ilmiah, berdasarkan basis keilmuan yang merupakan akar intelektualitas mahasiswa sebagai perlambang orang yang berilmu. jikalau menuntut sesuatu, semua mempunyai dasar dan sudah dikaji terlebih dahulu.. tidak hanya asal turunkan atau naikkan harga. Tujuh isi TUGU RAKYAT pun sudah dikaji oleh tim – tim kajian di UI (saya tidak tahu kenyataan di kampus lain..), bagaimana realitanya, apa yang menyebabkan, dampaknya, dan tentunya solusi yang terbaik dan bisa diimplementasikan sesegera mungkin. tim kajian tersebut tidak memandang fakultas, siapapun yang peduli pendidikan boleh ikut menyumbangkan solusi untuk masalah pendidikan, siapapun yang menginginkan hukum yang lebih tegas, boleh ikut urun pendapat, sehingga hasil dari kajian – kajian tersebut komprehensif dan terdiri dari berbagai sudut pandang.

Yang ingin saya bagi, kenapa mahasiswa yang notabene masih belum bergelar sarjana berani memberikan solusi kepada bapak – bapak dan ibu – ibu di pemerintahan yang sudah bergelar S1, S2, S3 dan seterusnya, karena kita, mahasiswa punya ide – ide yang kreatif dan applicable.. karena sebagian besar ide atau solusi yang dihasilkan di KAGUI sudah pernah atau sedang dilaksanakan di fakultas.. yang diperlukan adalah pengaplikasian yang bersifat massive.. oleh karena itu, pertemuan – pertemuan seperti KAGSI atau KAGUI “berpotensi” membawa perubahan, karena kegiatan yang tadinya hanya dilakukan di satu fakultas atau satu kampus saja, bisa diteladani oleh oleh kampus lain.. atau bahkan pemerintah dan tentunya membawa manfaat yang lebih luas.

Lalu.. apa jadinya ketika AKSI yang dimaksudkan sebagai cara untuk mendeklarasikan TUGU RAKYAT dengan berbagai SOLUSI di dalamnya.. yang seharusnya menjadi salah satu cara untuk mencerdaskan masyarakat tentang realita dan akar masalah dari kebobrokan negeri ini karena AKSI LEBIH DISOROT MEDIA, terutama media elektronik dibandingkan baksos atau semacamnya.. hanya menjadi AKSI yang berisi TUNTUTAN BELAKA?

menurut saya, hal tersebut yang terjadi di Aksi 12 Mei kemarin.. hal – hal yang diorasikan sungguh tidak cerdas! padahal orang – orang yang memegang mic di atas mobil sound tersebut adalah mahasiswa – mahasiswa yang berasal dari kampus – kampus idaman anak SMA! yang seharusnya berbasis ilmu! bukan emosi.. bukan dengan meneriakkan makian ke SBY JK.. ayolah rekan – rekanku! kita ini moral force! lalu mengapa kita memaki? kita datang untuk meminta pertanggungjawaban dan penjelasan dari bapak – bapak kita.. dan jika memang mereka sudah kehabisan akal, kita berikan solusi dan kita minta agar dijalankan sehingga rakyat tidak perlu menderita lagi… apa saya salah? apa saya yang telalu IDEALIS?

Saya yakin, rekan – rekan saya di BEM SI adalah rekan – rekan yang cerdas! dan bahkan sudah merumuskan reposisi gerakan mahasiswa.. lalu apa yang saya lihat? reposisi kemana? posisi kita masih ditempat yang sama… tidak ada perubahan.. dan hal ini yang membuat kita ditertawakan, dicemooh bahkan TIDAK DIPERCAYA LAGI.. oleh masyarakat, sesama mahasiswa.. dan bisa jadi oleh pemerintah.. Ini bukan reposisi gerakan.. dan saya sungguh sangat kecewa… apa yang sudah saya dan rekan – rekan saya lakukan di UI atau mungkin beberapa rekan di kampus lain menjadi mentah. Apa gunanya konferensi tersebut? apa gunanya kajian yang ada? apa gunanya grand design gerakan yang terdiri dari gerakan advokasi ke pemerintah dan gerakan pemberdayaan masyarakat? Ketika semua yang diteriakkan adalah LAWAN SBY JK? siapapun juga bisa menyewa mobil sound, mengumpulkan massa, izin ke polisi lalu dengan gagahnya menyerukan untuk menggulingkan pemerintahan.. ATAU.. apakah itu esensi dan substansi dari gerakan mahasiswa?

Saya masih yakin.. bahwa gerakan mahasiswa lebih dari itu.. tapi sungguh, saya kecewa dengan apa yang terjadi pada tanggal 12 Mei 2008… dengan massa sebanyak itu, dengan menyatunya berbagai kampus yang ada.. kita bisa melakukan sesuatu..

kita bisa melakukan pencerdasan, bukan pembodohan..

HIDUP RAKYAT INDONESIA!

Fiona Verisqa, FKG UI, 2005 (Pusat Kajian dan Studi Gerakan BEM UI 2008, Koordinator Medis Aksi TUGU RAKYAT 12 Mei 2008 )

Bunda.. relakan aku..

•May 3, 2008 • 1 Comment

Disini negeri kami

Tempat padi terhampar

Samuderanya kaya raya

Negeri kami subur Tuhan

Dinegeri Permai ini

Berjuta rakyat bersimpah luka

Anak kurus tak sekolah

Pemuda desa tak kerja

Bunda relakan darah juang kami

tuk membebaskan rakyat

Bunda relakan darah juang kami

padaMu kami berjanji

padaMu kami mengabdi

Katanya, sebelum berjuang harus membuat surat wasiat.. siapa tahu “kenapa – kenapa” di tengah perjalanan.. sayangnya sampai detik ini saya belum buat.. entah kenapa kalau mulai buat rasanya terlalu banyak yang ingin disampaikan.. dan jatuhnya jadi sentimentil he3.. kebetulan lagi belum punya harta, jadi makin kosonglah si surat wasiat itu :P

rasanya tidak adil jika sang surat hanya berisi betapa bahagianya saya telah dipertemukan dengan “jalan” ini.. jalan yang penuh tekanan, cemoohan dari berbagai pihak, keraguan dari teman – teman sendiri, dipaksa melayani oleh yang seharusnya melayani, dan sering terjebak di tengah – tengah kebimbangan..

rasanya bukan sebuah surat yang diharapkan diterima oleh keluarga saya jika hanya berisi betapa saya merasa berarti sebagai manusia, karena diizinkan untuk melakukan sesuatu bagi orang lain, yang mungkin tidak tahu apa yang telah saya dan rekan – rekan lain lakukan untuk mereka..

rasanya surat ini akan dihempaskan ketika yang saya ceritakan di dalamnya adalah saya tidak pernah menyesal harus merelakan kehidupan yang menyenangkan sebagai remaja, sebagai mahasiswa yang sebenarnya bisa menikmati gemerlap ibukota, yang bisa mencapai puncak akademisnya, yang bisa bergaul dengan para pemuka, dengan penampakan rapih, penuh basa – basi, dan menipu nurani.. bukan dengan peluh, bukan dengan teriakan yang sering tidak didengarkan.. bukan dengan airmata ketika meminta izin kepadaNya.. untuk melindungi kami.. dan menjaga hati – hati kami dari keraguan atas kebenaran jalan yang sedang kami tempuh..

rasanya di dalam surat tersebut akan penuh dengan kata – kata maaf kepada rekan – rekan saya.. karena saya yang lemah.. tidak sanggup mengemban amanah yang begitu berat dan tidak optimal dalam menjalankannya.. dan membuat saya sering terjebak dengan alasan – alasan yang sebenarnya tidak pantas.. saya sangat berterima kasih mempunyai rekan – rekan yang begitu luar biasa, sebuah keluarga yang mengajarkan untuk tidak pernah menyerah.. dan walaupun tidak dengan bentuk kasih sayang verbal seperti kekasih kepada pujaannya.. saya selalu merasa didukung oleh semangat – semangat tulus mereka..

rasanya saya tidak sanggup melihat raut wajah ayah ibu saya.. saat tulisan saya di dalamnya menunjukkan bahwa saya sangat beruntung dan bersyukur telah dititipkan kepada mereka.. yang selalu merelakan saya untuk berjuang, yang selalu saya repotkan ketika saya harus mencari bahan rasionalisasi isu, untuk melakukan perjalanan depok – salemba.. agar perjuangan ini tidak lagi di maki – maki sebagai perjuangan yang tidak berlandaskan logika! tidak cerdas! karena mereka adalah saksi dimana anaknya yang masih hijau merelakan waktu tidurnya untuk sekedar mencari solusi masalah untuk para pemimpin bangsa yang jauh lebih cerdas.. Sungguh.. beribu – ribu doa tidak sanggup menggantikan apa yang telah ayah dan ibu saya telah berikan.. dan hanya permintaan maaf yang bisa saya sampaikan.. atas segala kesalahan dan kekecewaan mereka, terhadap saya yang sampai detik ini belum bisa membuat mereka bahagia dan bangga…

rasanya akan aneh, ketika saya menitipkan pesan kepada para pejuang – pejuang muda setelah saya.. karena saya bukan siapa – siapa dan apa yang akan saya sampaikan tidaklah berguna ketika pemuda – pemuda itu terhimpit beban yang sedemikian besar.. sungguh wahai adik – adikku, ketika kalian merasa tidak sanggup lagi dan meragukan perjalanan itu.. kaliah tidaklah salah jalan.. karena jalan perjuangan, menuju kemenangan tidak pernah mudah..

huff.. mana ada surat wasiat seperti itu ya.. ada yang sudah pernah buat? bisa beri tahu cara membuat surat yang baik? :)

-sekian