header image
 

Namanya ‘pengorbanan’

Ini adalah cuplikan obrolan seorang anak perempuan yang sedang berupaya menyelesaikan pendidikan dokter giginya dengan sang ibu mengenai masa depan..

A (anak perempuan ) : Ma, aku nanti mau ngambil spesialis bedah mulut..

M (mama): oh.. berapa tahun tuh?

A: realistisnya 8 tahun..

M: oh..

A: … (terdiam sejenak) tapi bingung ma..

M: bingung kenapa?

A: kan 8 tahun tuh.. maunya setelah angkat sumpah dokter langsung lanjut atau enggak PTT dulu deh 2-3 tahun baru ambil spesialis.. berarti ambil spesialisnya sekitar umur 25 an gitu..

M: terus?

A: nah, umur segitu kan pasnya nikah kan ma

M: iya..

A: nah! kalo spesialis kan dari pagi sampe sore.. misalnya punya suami kayaknya ga masalah, waktu kerja kan jam segitu.. jadi bareng.. tapi kalo punya anak, siapa yang ngurus ya.. mama mau dititipin ga? :D selama pendidikan aja..

M: eh, ga boleh gitu.. memangnya di ajaran Islam ada titip2an anak?

A: *mikir* nabi Muhammad kan dititipin ke Ibu asuhnya sampe sekitar umur 7 tahunan ma *senyum kemenangan*

M: Hmm.. alasannya kenapa?

A: err… kalo ga salah supaya nabi Muhammad tumbuh di lingkungan yang lebih baik.. kan rumah ibu asuhnya di pedesaan

M: kenapa Ibunya ga ikutan ke pedesaan waktu itu?

A: … *ga tau alasannya*

M: kan yang dititipin anak sama Allah kan kamu.. kamu yang jaga donk.. masa’ mama..

A: … *ga tau harus ngomomg apa*

M: udah, kamu cari tahu dulu hukumnya.. pertimbangkan baik-buruknya juga

— end of conversation—

waaa.. bagaimana ini.. tidak direstui mengambil spesialis bedah mulut :(( gimana donk.. apa titip ke mertua aja ya? kalau begini terus sepertinya harus ganti spesialis nih.. huhuhu

Harus ada yang dikorbankan memang, mau jadi istri dan ibu yang baik atau mau jadi dokter gigi dan akademisi yang berdedikasi membantu mewujudkan Indonesia sehat

memangnya ga bisa empat - empatnya ya… hmph..

-sekian

No turning back…

so.. there’s no turning back..

for me.. or for the one who had decided to walk straight ahead..

the road wasn’t meant to be for both of us..

i’ve always wanted to stay.. as the road was meant to be passed by..

i’ve always hated a journey.. i never want to be so far..

i’ve been here.. always been here…

most of all.. i’ve always wanted you to stay.. you.. the one who walked away

the one who left..

and there’s no turning back.. or turning head for me..

I’ll run to you if you let me.. i’ll catch up those things that you left along the rapid steps..

but you didn’t let me to..

and i’m broken..

not into pieces..

cause i know that won’t be good for me.. for my journey that i’ve always hated

i’m moving from this road.. this road of yours..

i’ll step to the pavements.. where there will be no traces of you..

i’ll continue.. as you will.. fly from my thoughts… and be drained from my heart…

time heals.. always heals..

take care……

Ga ngaruh ternyata..

Baru inget… pas nonton market review di metro tv.. kenaikan harga BBM memicu perubahan positif di pasar modal.. sedangkan aksi - aksi di bulan Mei ini tidak membawa perubahan apa - apa.. (baik positif maupun negatif..)

apakah ini tanda bahwa “aksi” tersebut sudah powerless?

Bukalah mata dan hati……… masa’ mau terus - terusan terjebak di mimpi indah sendiri?

Reformasi Gerakan Mahasiswa

Persis sehari yang lalu, 12 Mei 2008, ribuan mahasiswa yang kampusnya tergabung dalam aliansi strategis BEM Seluruh Indonesia atau BEM SI melakukan aksi nasional dalam rangka menyampaikan tujuh gugatan rakyat yang dikenal sebagai TUGU RAKYAT. Tugu rakyat ini merupakan hasil kesepakatan Konferensi Aktivis Gerakan Se Indonesia pada akhir Maret lalu… dimana gugatannya mencakup hampir seluruh aspek kehidupan berbangsa yang dinilai mempunyai masalah kronis yang tidak kunjung menunjukkan tanda - tanda penyembuhan. Konferensi tersebut diselenggarakan oleh UI atas amanah BEM SI…

Sampai disini ada yang salah? saya rasa tidak.. tidak ada yang salah dengan pertemuan para mahasiswa yang peduli dengan nasib bangsanya, toh, mereka tidak mengganggu siapapun, kecuali diri sendiri karena harus mengorbankan waktu kuliah, uang, tenaga, pikiran, dan kehidupan pribadinya. Bahkan untuk mahasiswa UI sendiri, seminggu sebelum, KAGSI, BEM UI mengadakan konferensi aktivis gerakan se UI (KAGUI), yang mengumpulkan pemikiran - pemikiran mahasiswa UI dari berbagai fakultas untuk menjawab masalah - masalah yang ada, dan sungguh, konferensi itu tidak menghasilkan bahwa mahasiswa UI harus turun aksi! tapi untuk melakukan berbagai gerakan yang diperlukan sebagai solusi setiap masalah tersebut. Jika aksi yang dikenal oleh masyarakat selama ini (aksi yang katanya berisik, cuma teriak - teriak, membuat jalanan macet dll) merupakan salah satu bentuk gerakan yang diperlukan, baru hal tersebut dijalankan. Kesepakatan KAGUI, tidak hanya aksi yang menjadi satu - satunya jalan, terdapat berbagai opsi lain seperti pembentukan POSBAHUM atau pos bantuan hukum oleh mahasiswa FHUI, lalu community development seperti yang sudah dilakukan oleh BEM UI 2 tahun belakangan ini atau kerja sosial dengan agenda pengaplikasian energi alternatif yang sebentar lagi akan dilaksanakan oleh FT UI, dan yang sekarang sedang “in” yaitu gerakan lingkungan dengan cita - cita menjadikan UI sebagai pilot project universitas dengan pembangunan berwawasan lingkungan. Ada yang salah dengan kesepakatan tersebut? saya rasa tidak.. karena gerakan mahasiswa memang lebih dari sekedar aksi berkoar - koar dijalan, mengancam akan menurunkan pemerintahan yang sedang berjalan, lalu pulang dan meninggalkan sampah - sampah di tempat kejadian.

Ketika para perwakilan kampus anggota BEM SI seperti UNJ, PNJ, UGM, UNY, Unpad, IPB dan universitas lainnya berbicara mengenai saat KAGSI sekarang adalah saatnya melakukan reposisi gerakan, saya sangat setuju. Gerakan sekarang harus ilmiah, berdasarkan basis keilmuan yang merupakan akar intelektualitas mahasiswa sebagai perlambang orang yang berilmu. jikalau menuntut sesuatu, semua mempunyai dasar dan sudah dikaji terlebih dahulu.. tidak hanya asal turunkan atau naikkan harga. Tujuh isi TUGU RAKYAT pun sudah dikaji oleh tim - tim kajian di UI (saya tidak tahu kenyataan di kampus lain..), bagaimana realitanya, apa yang menyebabkan, dampaknya, dan tentunya solusi yang terbaik dan bisa diimplementasikan sesegera mungkin. tim kajian tersebut tidak memandang fakultas, siapapun yang peduli pendidikan boleh ikut menyumbangkan solusi untuk masalah pendidikan, siapapun yang menginginkan hukum yang lebih tegas, boleh ikut urun pendapat, sehingga hasil dari kajian - kajian tersebut komprehensif dan terdiri dari berbagai sudut pandang.

Yang ingin saya bagi, kenapa mahasiswa yang notabene masih belum bergelar sarjana berani memberikan solusi kepada bapak - bapak dan ibu - ibu di pemerintahan yang sudah bergelar S1, S2, S3 dan seterusnya, karena kita, mahasiswa punya ide - ide yang kreatif dan applicable.. karena sebagian besar ide atau solusi yang dihasilkan di KAGUI sudah pernah atau sedang dilaksanakan di fakultas.. yang diperlukan adalah pengaplikasian yang bersifat massive.. oleh karena itu, pertemuan - pertemuan seperti KAGSI atau KAGUI “berpotensi” membawa perubahan, karena kegiatan yang tadinya hanya dilakukan di satu fakultas atau satu kampus saja, bisa diteladani oleh oleh kampus lain.. atau bahkan pemerintah dan tentunya membawa manfaat yang lebih luas.

Lalu.. apa jadinya ketika AKSI yang dimaksudkan sebagai cara untuk mendeklarasikan TUGU RAKYAT dengan berbagai SOLUSI di dalamnya.. yang seharusnya menjadi salah satu cara untuk mencerdaskan masyarakat tentang realita dan akar masalah dari kebobrokan negeri ini karena AKSI LEBIH DISOROT MEDIA, terutama media elektronik dibandingkan baksos atau semacamnya.. hanya menjadi AKSI yang berisi TUNTUTAN BELAKA?

menurut saya, hal tersebut yang terjadi di Aksi 12 Mei kemarin.. hal - hal yang diorasikan sungguh tidak cerdas! padahal orang - orang yang memegang mic di atas mobil sound tersebut adalah mahasiswa - mahasiswa yang berasal dari kampus - kampus idaman anak SMA! yang seharusnya berbasis ilmu! bukan emosi.. bukan dengan meneriakkan makian ke SBY JK.. ayolah rekan - rekanku! kita ini moral force! lalu mengapa kita memaki? kita datang untuk meminta pertanggungjawaban dan penjelasan dari bapak - bapak kita.. dan jika memang mereka sudah kehabisan akal, kita berikan solusi dan kita minta agar dijalankan sehingga rakyat tidak perlu menderita lagi… apa saya salah? apa saya yang telalu IDEALIS?

Saya yakin, rekan - rekan saya di BEM SI adalah rekan - rekan yang cerdas! dan bahkan sudah merumuskan reposisi gerakan mahasiswa.. lalu apa yang saya lihat? reposisi kemana? posisi kita masih ditempat yang sama… tidak ada perubahan.. dan hal ini yang membuat kita ditertawakan, dicemooh bahkan TIDAK DIPERCAYA LAGI.. oleh masyarakat, sesama mahasiswa.. dan bisa jadi oleh pemerintah.. Ini bukan reposisi gerakan.. dan saya sungguh sangat kecewa… apa yang sudah saya dan rekan - rekan saya lakukan di UI atau mungkin beberapa rekan di kampus lain menjadi mentah. Apa gunanya konferensi tersebut? apa gunanya kajian yang ada? apa gunanya grand design gerakan yang terdiri dari gerakan advokasi ke pemerintah dan gerakan pemberdayaan masyarakat? Ketika semua yang diteriakkan adalah LAWAN SBY JK? siapapun juga bisa menyewa mobil sound, mengumpulkan massa, izin ke polisi lalu dengan gagahnya menyerukan untuk menggulingkan pemerintahan.. ATAU.. apakah itu esensi dan substansi dari gerakan mahasiswa?

Saya masih yakin.. bahwa gerakan mahasiswa lebih dari itu.. tapi sungguh, saya kecewa dengan apa yang terjadi pada tanggal 12 Mei 2008… dengan massa sebanyak itu, dengan menyatunya berbagai kampus yang ada.. kita bisa melakukan sesuatu..

kita bisa melakukan pencerdasan, bukan pembodohan..

HIDUP RAKYAT INDONESIA!

Fiona Verisqa, FKG UI, 2005 (Pusat Kajian dan Studi Gerakan BEM UI 2008, Koordinator Medis Aksi TUGU RAKYAT 12 Mei 2008 )

Bunda.. relakan aku..

Disini negeri kami

Tempat padi terhampar

Samuderanya kaya raya

Negeri kami subur Tuhan

Dinegeri Permai ini

Berjuta rakyat bersimpah luka

Anak kurus tak sekolah

Pemuda desa tak kerja

Bunda relakan darah juang kami

tuk membebaskan rakyat

Bunda relakan darah juang kami

padaMu kami berjanji

padaMu kami mengabdi

Katanya, sebelum berjuang harus membuat surat wasiat.. siapa tahu “kenapa - kenapa” di tengah perjalanan.. sayangnya sampai detik ini saya belum buat.. entah kenapa kalau mulai buat rasanya terlalu banyak yang ingin disampaikan.. dan jatuhnya jadi sentimentil he3.. kebetulan lagi belum punya harta, jadi makin kosonglah si surat wasiat itu :P

rasanya tidak adil jika sang surat hanya berisi betapa bahagianya saya telah dipertemukan dengan “jalan” ini.. jalan yang penuh tekanan, cemoohan dari berbagai pihak, keraguan dari teman - teman sendiri, dipaksa melayani oleh yang seharusnya melayani, dan sering terjebak di tengah - tengah kebimbangan..

rasanya bukan sebuah surat yang diharapkan diterima oleh keluarga saya jika hanya berisi betapa saya merasa berarti sebagai manusia, karena diizinkan untuk melakukan sesuatu bagi orang lain, yang mungkin tidak tahu apa yang telah saya dan rekan - rekan lain lakukan untuk mereka..

rasanya surat ini akan dihempaskan ketika yang saya ceritakan di dalamnya adalah saya tidak pernah menyesal harus merelakan kehidupan yang menyenangkan sebagai remaja, sebagai mahasiswa yang sebenarnya bisa menikmati gemerlap ibukota, yang bisa mencapai puncak akademisnya, yang bisa bergaul dengan para pemuka, dengan penampakan rapih, penuh basa - basi, dan menipu nurani.. bukan dengan peluh, bukan dengan teriakan yang sering tidak didengarkan.. bukan dengan airmata ketika meminta izin kepadaNya.. untuk melindungi kami.. dan menjaga hati - hati kami dari keraguan atas kebenaran jalan yang sedang kami tempuh..

rasanya di dalam surat tersebut akan penuh dengan kata - kata maaf kepada rekan - rekan saya.. karena saya yang lemah.. tidak sanggup mengemban amanah yang begitu berat dan tidak optimal dalam menjalankannya.. dan membuat saya sering terjebak dengan alasan - alasan yang sebenarnya tidak pantas.. saya sangat berterima kasih mempunyai rekan - rekan yang begitu luar biasa, sebuah keluarga yang mengajarkan untuk tidak pernah menyerah.. dan walaupun tidak dengan bentuk kasih sayang verbal seperti kekasih kepada pujaannya.. saya selalu merasa didukung oleh semangat - semangat tulus mereka..

rasanya saya tidak sanggup melihat raut wajah ayah ibu saya.. saat tulisan saya di dalamnya menunjukkan bahwa saya sangat beruntung dan bersyukur telah dititipkan kepada mereka.. yang selalu merelakan saya untuk berjuang, yang selalu saya repotkan ketika saya harus mencari bahan rasionalisasi isu, untuk melakukan perjalanan depok - salemba.. agar perjuangan ini tidak lagi di maki - maki sebagai perjuangan yang tidak berlandaskan logika! tidak cerdas! karena mereka adalah saksi dimana anaknya yang masih hijau merelakan waktu tidurnya untuk sekedar mencari solusi masalah untuk para pemimpin bangsa yang jauh lebih cerdas.. Sungguh.. beribu - ribu doa tidak sanggup menggantikan apa yang telah ayah dan ibu saya telah berikan.. dan hanya permintaan maaf yang bisa saya sampaikan.. atas segala kesalahan dan kekecewaan mereka, terhadap saya yang sampai detik ini belum bisa membuat mereka bahagia dan bangga…

rasanya akan aneh, ketika saya menitipkan pesan kepada para pejuang - pejuang muda setelah saya.. karena saya bukan siapa - siapa dan apa yang akan saya sampaikan tidaklah berguna ketika pemuda - pemuda itu terhimpit beban yang sedemikian besar.. sungguh wahai adik - adikku, ketika kalian merasa tidak sanggup lagi dan meragukan perjalanan itu.. kaliah tidaklah salah jalan.. karena jalan perjuangan, menuju kemenangan tidak pernah mudah..

huff.. mana ada surat wasiat seperti itu ya.. ada yang sudah pernah buat? bisa beri tahu cara membuat surat yang baik? :)

-sekian

Show off

mau tanya nih.. perlukah kita menunjukkan ekspresi kebencian, ketidaksukaan atau kesusahan yang kita alami secara luas? sampai semua orang tahu dan prihatin? sampai semua orang mencium kebusukan maupun kericuhan yang ada?

atau saya yang perlu banyak belajar, bahwa itulah makna transparansi?

atau izinkan saya berbagi.. apa yang saya sebut dengan tamparan..

Kalau kau ingat bahwa Rasulullah itu luar biasa sabar, kau tak akan berani tegak berdiri di hadapan beliau dan mengeluh berpeluh bahwa kau punya beban yang luar biasa besar..

kalau kau ingat bahwa Abu Bakar luar biasa dermawan, kau tak akan berani menatap mata teduhnya jika nanti bertemu, karena seringnya kau memalingkan muka dan berdalih tak punya jika orang meminta..

kalau kau ingat bahwa Umar bin Khatab sangat tegas dalam haq dan bathil, kenapa masih juga kau masih setengah melangkah dalam berda’wah..

kalau kau ingat bahwa Utsman bin Affan sangat ulet berdagang, mengapa juga kau masih menggerutu memaki diri tak mampu, padahal binatang melata pun berlari memburu..

kalau kau ingat bahwa Ali bin Abi Thalib sangat cerdas luar biasa, masih jugakah kau berbangga akan kepintaranmu berlagak pandai yang jauh sungguh dari buku..

kalau..
dalam AlQuran,
Hadits,
dan Sirah…
orang munafik sangat dibenci jua dihinakan walau rupanya menawan…
maka..
kau sebut dirimu apa jika kau lebih dari itu???
mungkin harus kupinta Tuhan untuk membuatkan neraka khusus untukmu,
wahai jiwa yang sering mengeluh..!!!

—-

terima kasih untuk ivan ahda dan teh heggy.. dalam diam, saya selalu tercerahkan :)

di sela - sela cinta segitiga..

Belum pernah gw menemukan cinta segitiga yang membuat gw pusing seperti ini, walaupun sebenarnya ada pengalaman pribadi yang pahit di masa lalu.. (he3, tidak perlu dibahas lebih lanjut ok? bilang saja ok..)

hal ini berawal ketika gw memilih tema skripsi yang sama sekali belum pernah gw dengar sebelumnya. Kalau begitu kenapa dipilih? percayakah bahwa gw memilih judul tersebut berdasarkan azas “mencari tantangan”? dan sungguh.. judul itu sungguh menantang..

gw harus mencari hubungan antara tiga molekul mikro yang berperan dalam terapi kanker masa depan. Sounds cool? tentunya.. maka dari itu gw pilih.. tetapi.. hubungan antara TRAIL, PKC, dan p53 tersebut tidak sesederhana cinta segitiga yang ada di film ayat - ayat cinta! sebentar ya, gw jabarkan.. siapa tau ada yang berbaik hati membantu menganalisa dan mensintesa kajian gw berikut..

TRAIL itu bisa menginduksi apoptosis atau programmed cell death dari kanker.. katanya TRAIL tidak bergantung pada p53, yang juga mampu menginduksi apoptosis yang sayangnya pada sel kanker mengalami mutasi.. lalu ada di PKC yang bisa menurunkan kemampuan p53.. yang bisa mempengaruhi TRAIL.. lhO??? katanya TRAIL independent? koq terpengaruh PKC? setelah itu didapatkan kesimpulan bahwa PKC itu jahat! ternyata ada data lain yang mengatakan bahwa PKC menginisiasi p53-induced apoptosis jika dimediasi NO.. dan hal ini berguna untuk terapi penyakit alzheimer.. nah lho! kan lagi bicara kanker, jadi ke alzheimer yang memang kebalikan dari kanker (kanker kan sel tumbuh tidak terkendali, kalau alzheimer sel nya mati..), berdasarkan data itu, PKC baik donk?? tapi dari sekian banyak literatur, hanya dua yang mengatakan PKC itu baik.. yang lain mengatakan PKC itu jahat.. (dalam hal menghambat cell death-nya kanker ya..). hal ini membuat rancu segalanya.. pembimbing gw tercinta bilang gw dan kelompok gw harus cari tahu apakah TRAIL mengaktivasi PKC untuk menginduksi Apoptosis.. dan apakah apoptosis itu berhubungan dengan p53.. AAarrgh! bagaimana ini.. PKC kan memperlemah p53.. sedangkan TRAIL itu tidak bergantung p53.. jadi apa hubungannya?? tolong..

sampai di sini gw mulai putus asa dan memutuskan untuk istirahat.. huff.. nampaknya pikiran gw terlalu bercabang.. di sela - sela “cinta segitiga” itu, masih ada “cinta sejati” yang menunggu untuk diraih…

jika waktu ada dalam kuasaku, apakah segalanya bisa jadi lebih mudah?

atau sebenarnya sudah? entahlah..

-sekian

Tangis Terakhirku..

Engkau menamparku lagi..

Setelah setiap kali aku meminta untuk direngkuh dalam rasa aman yang Engkau tawarkan..

Setelah aku selalu merajuk bahwa Engkau tidak pernah mengabulkan impian..

Setelah bujukan dan janji penuh pamrih yang aku tuturkan dalam setiap sujudku yang semu..

Setelah kenistaan yang aku tutupi dalam permohonan tangisku..

Engkau menamparku dengan sangat keras..

Engkau melukai batin rapuh yang aku selimuti dengan kepalsuan

Engkau menghancurkan alibi - alibi yang telah menenangkanku..

Engkau menghempaskan keacuhan yang telah melindungi keberadaan..

Engaku menunjukkan bahwa setiap nila dalam kejernihan berasal dari tanganku..

Ini tangis terakhirku Tuhan..

Tangis karena Engkau menamparku.

Tangis karena Engkau memaksaku untuk berdiri..

Aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan Tuhan..

Aku sudah berdiri..

Menyeka air mataku, dengan amarahku kepadaMu..

dan Aku tahu aku tidak perlu meneriakkannya ke langit agar Engkau mendengarnya..

Sungguh aku terluka Tuhan… sungguh..

Seperti ketika pujaan hati berpaling.. seperti itu….

Ini tangis terakhirku..

Tangis karena aku tidak bisa membenciMu…

dan tidak akan pernah bisa…

Dan dia pun berlalu… begitu saja..

Bukan bukan! ini bukan cerita mengenai kisah asmara saya.. (sebenarnya ada yang mengira begitu tidak ya ^^ ;) melainkan, kisah mengenai liburan AKADEMIS 1,5 bulan yang berlalu begitu saja. Mengapa kata AKADEMIS saya kapitalkan? karena yang libur hanya kegiatan belajar mengajar (paling tidak untuk mahasiswa pre klinik FKG UI, lain cerita untuk mahasiswa kliniknya), kegiatan lainnya? Jangan ditanya.. Kontrak dengan ketidakliburan ini dimulai sejak saya memutuskan untuk terjun ke percaturan pemilihan ketua BEM FKG UI 2007 - 2008.. dari proses verifikasi, kampanye, sampai ke penghitungan suara, tidak ada waktu untuk sekedar beristirahat.. hal ini diperparah dengan Ujian Blok yang berjarak hanya 4 hari dari penghitungan suara, lebih tepatnya satu hari setelah serah terima jabatan (yang sempat membuat mahasiswa study oriented seperti saya merasa tertekan). Walaupun hasil akhir mengatakan saudara Irfan Prasetyo berhasil mengungguli lawan - lawan tangguhnya (tentunya tangguh, karena saya salah satu lawannya :p), saya diamanahkan untuk menjadi kepala bidang sosial politik oleh sang ketua terpilih, dan sejak saat itu.. “hubungan” saya dengan liburan meregang.

Untuk lebih menjelaskan bagaimana ketidakliburan saya.. berikut kegiatan yang saya jalani sejak libur Idul Adha

——————————————–

20 - 25 Des

bisa dikatakan libur..

26 Des

Pengumuman her, rapat perdana Badan Inti Organisasi (BIO) BEM FKG UI 2007 - 2008

27 - 28 Des

Fit and Proper Test untuk calon BPH BEM FKG UI 2007 - 2008

29 Des - 2 Jan

Libur dengan diselingi BIO conference dan perpisahan dengan BEM UI 2007

3 Jan

Pertemuan perdana Badan Pengkajian Islam FKG UI –> lembaga dakwah fakultas

4 - 6 Jan

Farewell SMFKG UI 2007 di Sukabumi

7 - 10 Jan

Sakit :( *ran out of energy*

11 Jan

wawancara untuk calon anggota BEM FKG UI 2007 - 2008

12 - 13 Jan

Team Building BPH BEM FKG UI 2007 - 2008 di Tangerang

14 - 15 Jan

wawancara dan staffing anggota BEM FKG UI 2007 - 2008

16 Jan

Pertemuan perdana BEM FKG UI 2007 - 2008, RPH

17 Jan

Berkunjung ke Pusgiwa Depok

21 - 23 Jan

Rapat Kerja BEM FKG UI 2007 - 2008

23 - 24 Jan

Presentasi Bakal Calon Dekan FKG UI 2008 - 2012, Seminar kaderisasi pemimpin bangsa

25 Jan

Kunjungan National Taiwan University

27 - 28 Jan

Rapat Kerja BPI FKG UI 2007 - 2008

30 - 31 Jan

Team Building BEM FKG UI 2007 - 2008

———————————————

Fiuhh.. mengetiknya saja melelahkan.. ^^; sebenarnya di antara itu ada saja 2-4 hari kosong, tetapi biasanya dipakai untuk me-recharge tenaga yang habis dipakai pada hari - hari sebelumnya…

Oleh karena itu, “dia”, sang liburan.. berlalu begitu saja… tanpa kesempatan untuk sekedar melepaskan penat dari hiruk - pikuk dunia kemahasiswaan atau berlibur bersama keluarga :(

*sigh*

Ya.. segi positifnya, paling tidak liburan saya cukup produktif bukan? benar kan? *ragu*

-sekian

When i’m afraid.. i’ll master it..

Itulah kata - kata yang menjadi semangat utama tahun 2008 ini. Saya mengambil kutipan ini dari Iorek Byrnison, si armored bear dari Golden Compass.. (saya jatuh cinta sama tokoh ini, keren banget!!!). Si raja beruang kutub Svalbard ini mengatakannya kepada Lyra (tokoh utama, si pemegang alethiometer) ketika gadis kecil itu bertanya apakah Iorek takut menghadapi duel nya dengan Ragnar (beruang kutub licik dengan “deamon” boneka manusia aneh yang merebut tahta Iorek). si Iorek dengan tenang menjawab:

“i’m not afraid.. when i’m afraid, i’ll master it”

Dan sekarang, saya akan menggunakan kata - kata itu untuk melawan rasa takut, rasa ragu dan rasa malas saya untuk menjadi orang yang lebih baik! dimulai dengan berani untuk membuat resolusi - resolusi yang insyaAllah membawa saya ke tahap berikutnya, to the next level of me dan “menjadi perempuan yang berprestasi dalam berbagai bidang kehidupan! sehingga sang pacar dapat membanggakan saya di blog nya!

Apa saja resolusinya? ini dia..

#1. meningkatkan kuantitas dan kualitas amalan sunnah!

Buat umur segini (20 tahun), amalan wajib tidak boleh bolong - bolong lagi.. umur 7 tahun saja, kalau tidak sholat boleh dipukul bukan? makanya saya menitikberatkan amalan sunnah, seperti rajin sholat rawatib, tahajud yang lebih intensif, tilawah disertai tadabur, puasa! (ini yang susah ^^ ;) dan amalan lain.. semoga saya bisa lebih dekat dengan Allah tahun ini.. amin…

#2. Melahirkan karya- karya ilmiah!

Tahun 2008 saya akan berkutat dengan karya ilmiah sebagai syarat kelulusan sarjana kedokteran gigi, dan rencananya akhir tahun 2008 saya sudah sidang (amin.. amin..). Saya tertarik untuk meneliti bidang forensik (kebanyakan nonton CSI), anak, mikrobiologi ataupun kesehatan masyarakat.. tapi karena kalau di FKG UI si karil atau skripsi ini dikerjakan secara berkelompok.. saya harus berkompromi dengan anggota lain, ya.. jadi tidak bisa terlalu idealis juga.. :( selain karya ilmiah untuk kelulusan, saya berencana membuat beberapa karya tulis, tidak hanya soal kedokteran gigi saja, tapi bisa juga soal kondisi sosial - politik di Indonesia *cie.. fio..* oh iya! sama karya tulis untuk kompetisi mahasiswa berprestasi! walaupun agak sedikit takut dan tidak percaya diri tapi harus ingat, when i’m afraid, i’ll master it!

#3. Bergabung di LSM atau NGO kemanusiaan!

Sebenarnya ini rencana dari tahun 2007, tapi belum direalisasikan karena saya sendiri sudah cukup kewalahan dengan kegiatan di organisasi intra kampus. Dengan berbekal manajemen waktu dan manajemen kesehatan yang lebih baik, saya bertekad akan bergabung dengan MERC atau BSMI sebagai relawan! kenapa? karena sesuai dengan core competence saya sebagai mahasiswa kesehatan dan… buat apa cape - cape mempelajari buku - buku fisiologi, farmakologi, dan buku medis lainnya kalau tidak diaplikasikan? sebaik - baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama bukan? :)

#4. Menabung

He3.. hal yang sederhana tapi sulit sekali.. mungkin karena saya orangnya boros.. jumlah tabungan agak memprihatinkan ^^; maunya sih tabungan saya mencapai digit tertentu dan cukup untuk membiayai skripsi serta membeli satu set tang exodonti buat masuk dunia keprofesian saya.

#5. Keluar Pulau Jawa

Saya ingin sekali bisa jalan - jalan ke luar pulau Jawa.. sebenarnya kampung saya sendiri di Sumatra, tapi sudah 3 tahun saya tidak pulang kampung.. harus diakui.. i’m kinda bored in here, terutama rute Jakarta-Bekasi-Depok.. huff.. Lebih baik lagi kalau ke luar Jawa-nya dalam rangka Baksos atau kegiatan kemahasiswaan lain! jadi jalan - jalan bisa, dapat pengalaman juga bisa! :D

Hmm.. saya rasa resolusi besar untuk 2008 sekian dulu, walaupun kalau mau ditambah sebenarnya masih banyak, seperti mau lepas kawat ortho, bisa parkir di ITC atau mall yang pathwaynya spiral, menyetir ke luar kota (Depok luar kota kan? he3), mencoba ekstraksi pasien untuk pertama kalinya, dsb.. ya, tapi bingkai besarnya adalah 5 resolusi tersebut di atas.

bagaimana denga resolusi kalian? pasti luar biasa :) semoga kita bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi dan merealisasikan resolusi kita dengan optimal! amin..

SEMANGAT!!!!

you dont have to be afraid, because i know.. you’ll master it ;)

-sekian