Can I crash into your life?

•October 5, 2009 • 1 Comment

To someone who makes me feel like a 13 years old girl..

You make me wondering why on earth I think of you.
I had times when saying “i love you” to someone is as easy as breathing
I had times when I don’t even think what it is
It’s just that I had this feeling that needed to came out from my chest

Your face
Your smile
Your voice
Your thoughts

Are enough to make me pray, “please God, can I crash into his life?”
So fast, no need of waiting, so sudden, and you won’t even realize that I’m already there.

Because u’re already crashing into mine.
So fast.. And you don’t even realize that you’ve done that

Hi there, someone who 6 hours later than me..
Can I?

So laut du kannst..

•September 18, 2009 • Leave a Comment

Ada beberapa hal yang membuat gw terganggu beberapa hari belakangan ini.. salah satunya adalah soal pernikahan. Bukan, gw belum akan menikah dalam waktu dekat ini. Hanya saja beberapa teman dan senior gw pernah beberapa kali memberikan penawaran soal itu, dan entah kenapa calon yang diajukan agak berat (tipe2 aktivis, baik aktivis dakwah maupun gerakan, ,aku anak sholeh seperti itu lah). Gw merasa ada yang salah di sini, nampaknya karena gw orang yang agak sedikit tertutup jadi terdapat miskonsepsi tentang gw dan jodoh seperti apa yang cocok buat gw. I think i’m not that type of girl that you’ve thought. Jujur saja, gw merasa ada beberapa hal yang memang jarang gw ceritakan atau tidak ada kesempatan untuk diceritakan. Daripada miskonsepsi ini berlanjut dan membuat gw repot sendiri, dan dianggap mengecewakan teman2 gw yang bermaksud baik, beberapa hal penting akan gw jabarkan disini:

- Gw masih tidak bisa menjaga ritme sholat sunah.. terutama sholat malam. Sebagai orang yang tidak bisa begadang, sholat malam belum bisa jadi rutinitas harian buat gw

- Gw juga masih tidak bisa menjaga frekuensi ngaji. ada saat2 dimana 1-2 juz gw babat 1 hari, tapi gw juga bisa absen beberapa hari.. atau minggu.

- liqo gw di postpone untuk waktu yang cukup lama dan tidak ditentukan karena anggota tercerai berai.. walaupun gw masih keep in touch sama Mr gw tapi gw belom bisa merevitalisasi kelompok lama gw atau membuat kelompok baru.

- Gw sangat suka dengan musik rock, tidak sekedar suka, itu menjadi driving partner gw, mengisi waktu senggang gw, bahkan terkadang jadi obsesi tersendiri .. makanya gw mengambil kursus gitar, so that i can sing along and play along. Gw tidak ada rencana untuk nge-band atau gimana, gw tau diri koq.. tapi hafalan lagu gw lebih bagus daripada hafalan quran gw. Yup, shame on me.. :(

- Gw pernah pacaran 1x, selama 2 tahun. kebodohan masa SMA, padahal sudah diperingatkan oleh teman2 gw.. dan sudah gw bayar kontan akibat dari keputusan gw itu.

- Gw merasa kartu kredit bukan masalah yang harus dihindari. Bukan berarti gw setuju dengan riba, gw skrg nabung di bank syariah koq. hanya saja ada beberapa transaksi yang butuh kartu kredit, terutama transaksi internasional.

- Gw fans berat naruto (halah, gak penting)

- Gw tidak suka baca buku. Kalaupun ada buku yang gw suka itupun movel karyanya paulo coelho yang memang tidak panjang dan tebal atau buku2 puisi pendek. Novel seperti Ayat2 cinta, KCB dll? gw baca, tapi tidak terpesona olehnya. Buku2 best seller pun jarang sekali yang pernah gw baca. Gw lebih percaya TV dan internet sebagai jendela dunia.

- Jika L’arc en ciel dan Tokio Hotel dateng untuk konser di Indonesia, gw pasti berusaha untuk nonton, LIVE!!!

- Gw suka sepak bola dan futsal. Gw suka menontonnya dan gw suka melakukannya. Toh mainnya sama perempuan juga.

- Gw bisa dibilang tipe high maintenance.. Gw ga tau gw bisa diajak hidup “susah” apa enggak. Selama ini gw diberikan life support yang agak tinggi sama orangtua gw karena gw dianggap rentan kalau menghadapi kehidupan Jakarta tanpa perlindungan.

ok, makin kebawah makin ga penting, tapi gw rasa poin – poin itu adalah poin yang cukup jadi pertimbangan jika mencari perempuan untuk membangun peradaban bersama. Bukan berarti gw bukan perempuan yang tepat untuk itu.. tapi masing – masing perempuan punya keunikan tersendiri dan dipasangkan untuk laki – laki yang unik pula. Gw hanya tidak ingin ada miskonsepsi tentang diri gw.

a girl’s talk

•August 15, 2009 • Leave a Comment

girls.. they know what they like, they know what they don’t like
they have a lot of things they love
and have lot more they hate
they’re very clear about that..

this girl too.. she knows she doesn’t like herself right now
and she like herself when she can breath easy

she has some favorite things to do, to eat, to listen
but now, she doesn’t like to do anything she love, she doesn’t like to listen anything she enjoy before
it’s a good thing that she still likes to eat.. good sign..

she’s not a soldier for she prefers peace than a riot
she’s not a hero for she prefers to be saved right now
she’s not an iron woman.. no, not even close..

she’s just a girl.. who knows that although she hate it, she still have to fight
then she will be saved, then she will have her peace
she knows she good at it, and she loves that..

because she’s a girl, and a girl just knows..

imaginary friend

•August 15, 2009 • Leave a Comment

i imagine a boy, alone, gazing at the rainy sky, wondering what the hell happen to him
he let the rain drops represent what he feels, to hide his tears

that boy could be with his comrades, do what boys do best,,
but he chose to be all by himself
because it’s the nicest thing to do for his broken heart

he’s somewhere he called home, where it all happened
room by room.. but not really moving

i imagine he’ll be great, although his shoulder seems smaller than everything he bears
he made mistakes, and will continue to do some more

but who doesn’t? who doesn’t break promises? who doesn’t have his heart broken?

that boy will be alright.. like everyboy that has grown to a real man
now, he’s shattered, then he’s whole again

i imagine he’s still there.. have no idea what i’m thinking of..

but why i should keep it for my self, if everything that i imagine will become real..
anytime soon..

Missing you so badly..

•November 7, 2008 • 4 Comments

After seeing my friends played in dream band dance, especially the band competition.. brought me some good old memories when i was a band player.. i missed them, more than i ever felt. It has been 2 years since my last “performance”.. and i don’t know when i’ll be able to do that again, remembering some terms and conditions applied to my circumstances..

oh well, i think i’ll browse some chords, grab the dusty guitar and sing for myself.. :D

Won’t find this kind of thing in Indonesia

•August 6, 2008 • Leave a Comment

This is McCain’s ad that insults opposes obama.. especially his future energy policy

and this is paris hilton’s respond.. and how surprising! she’s horribly smart :D

ha3… won’t find it in Indonesia…

Untukmu yang tersiksa…

•August 2, 2008 • 2 Comments

Duhai jiwa yang tersiksa..
Yang didekap kesedihan kala daun menitikkan embun
dan direngkuh ketakutan kala malam menyekapmu dalam kesendirian

Duhai jiwa yang meragu..
Yang merasa menafikan dunia hanya sebagai pelarian dari ketidakmampuan
dan merasa mengejar akhir yang bahagia karena tiada sempat mengecap di mula

Duhai jiwa yang berselimutkan duka..
dibandingkan raga yang begitu rapuh.. yang menunggu untuk dilerai waktu..
kamu begitu sempurna..
kamu diberikan kehidupan dari sang Maha Menghidupkan
kamu dipelihara oleh sang Maha Memelihara
kamu dimuliakan oleh sang Maha Memuliakan
kamu dibimbing oleh sang Maha Pembimbing
dan kamu dicintai oleh sang Maha Mencintai..

Duhai jiwa yang redup tiada menyala..
Sesungguhnya dirimu begitu kuat.. karena kamu selalu diajarkan untuk menjadi kekuatan bagi semua yang diciptakan oleh sang Maha kuat
Sesungguhnya dirimu begitu pengasih.. karena kamu tahu betapa kasih sang Maha pengasih selalu memenuhi hatimu..
Sesungguhnya dirimu begitu beruntung.. karena kebaikan yang ada dirimu hanya dianugerahkan kepada orang – orang sabar sepertimu..

Duhai jiwa yang resah akan jalan yang telah diretas..
Janganlah kamu merasa takut..
Janganlah kamu merasa sedih..
karena Dia telah menjanjikan surga kepadamu..
Karena Dia yang menjadi pelindungmu.. dalam kehidupan awal maupun akhir..

Duhai jiwa yang akan kembali memenuhi janji setia kepadaNya..
sungguh, Tiada yang lebih baik darimu..

—-

Sebuah self-encouragement yang ingin saya bagi :)

inspired by QS: 41 ayat 30 -38.

Menegakkan diri..

•August 2, 2008 • Leave a Comment

Straight to the point, gw ada orang yang ga pernah nyaman dengan adanya keterikatan “peer” seperti yang biasa dilakukan di dalam pergaulan.. ada sekelompok orang yang bisa dibilang selalu bersama, saling memperhatikan dan menjadi cluster sendiri dalam populasi. Gw ga bilang itu salah.. gw pernah mencoba mengadaptasi sistem seperti itu ketika gw masih sd dan smp.. mencoba menemukan sekumpulan orang yang menjadi temen dekat. Tapi pada akhirnya, gw ga terlalu nyaman dengan konsep diri seperti itu dan memutuskan untuk menjadi solitarian selama di SMA, dan kalau diingat – ingat, masa itu adalah masa dimana gw begitu nyaman dengan diri gw..

Berbeda cerita ketika gw memasuki jenjang perguruan tinggi. Kampus gw merupakan keluarga kecil yang satu angkatannya tidak mencapai 100 orang. Tiba – tiba gw dihadapkan dengan komunitas dimana setiap orang mempunyai kelompoknya sendiri.. and i’m all alone.. terkadang gw sedih jika tidak diajak dalam kegiatan yang melibatkan satu atau beberapa kelompok.. sampai – sampai gw beberapa kali “mengorbankan diri” dalam arti kata menjadi pribadi yang berbeda hanya agar gw bisa masuk ke lingkaran tersebut.. walaupun gw tetap tidak mau mencari peer.. ha3..

Intinya.. i want to be counted.. gw ingin dihitung.. gw tidak ingin menjadi bukan siapa – siapa.. gw ingin diingat.. bukan karena gw bagian dari apa.. melainkan karena gw adalah.. fio.. yang sampai sekarang masih agak sulit bagi gw untuk menegakkan konsep tersebut… lho.. koq jadi ga pede???

Ha3.. Jadi ingat perkataan seorang teman baik gw “Jangan mau dideskripsikan oleh orang lain.. lo lah yang harus menciptakan deskripsi diri lo sendiri…” yang menurut gw adalah kunci dari masalah jati diri gw dan mungkin banyak orang lainnya :)   ya sudah toh, diakhiri saja masalah ABG ini (agar bisa mulai menyelesaikan masalah – masalah lain yang lebih penting, sudah terlalu banyak PR yang menunggu untuk dikerjakan!).

Jika mendeskripsikan diri adalah kunci dari masalah ABG tersebut di atas, maka bersyukur adalah jawaban utama dari masalah yang sama :) yang selama ini kurang gw lakukan :( .. setiap manusia diciptakan dengan tugasnya masing – masing.. dan dengan perbedaan yang ada, manusia dapat saling mengenal dan mengisi :) bukan hanya dengan membentuk cluster untuk saling berbagi suka-duka, tetapi juga saling berdiskusi dan bertukar pikiran untuk menjawab segala  permasalahan yang ada agar bisa menjadi sebenar – benarnya khalifah sehingga tidak mengecewakan-Nya..

kita adalah seseorang.. kita adalah siapa – siapa.. kita dapat mengubah dunia jika kita mau.. we’re so powerful sis! and bro of course.. (baru benar – benar menyadari semua ini ketika nulis :p)

Akhirnya.. gw benar – benar merasakan apa makna dari be yourself.. kemana aja ya gw selama ini he3..

-sekian..

Jeritan Hati Serambi Madinah

•July 29, 2008 • 1 Comment

Jadi begini, tgl 12 – 17 Juli yang lalu BEM FKG UI 2007 – 2008 mengadakan Kerja Sosial di Kalimantan Selatan, maksud hati, segera setelah pulang membuat laporan tentang suka – duka berada di borneo sana, tetapi dikarenakan sesuatu dan lain hal (kemalasan nge-blog dan skripsi yang lebih menuntut perhatian -red) tertundalah reportase ini he3.. terus mengapa saya namakan posting ini Jeritan Hati Serambi Madinah? karena saya baru tahu kalau daerah asal ian kasela ini (kasela = kalsel, got it?) mempunyai julukan serambi Madinah! Bukan bukan… karena saya merasa punya kewajiban untuk menyampaikan uneg-uneg terstruktur maupun tidak terstruktur dari warga daerah tersebut. Kenapa? berikut penjabarannya

Kersos FKG UI ini sangat didukung oleh pemda setempat, mulai dari gubernur sampai kepala desa. Hal ini menyebabkan persiapan acara yang cukup baik DAN memberikan kami kewajban untuk beramah – tamah dan menghadiri penyambutan di berbagai tingkat pemerintahan. Sebenarnya menyenangkan sih, karena setiap penyambutan pasti ada acara makan siang atau makan malam atau bahkan makan pagi (semoga dana konsumsinya tidak berasal dari pos – pos anggaran yang tidak seharusnya ya pak :D ). Nah, yang namanya penyambutan pasti ada sambutan – sambutan.. ya harus didengarkan bukan? (Bukaaaan). Penyambutan pertama rombongan kami bertempat di kantor gubernur kalsel, jadi yang memberikan sambutan adalah kepala dinas kesehatan kalsel, wakil dekan fkg ui sebagai perwakilan kampus dan tentu saja gubernur yang diwakili oleh sekda. Layaknya sambutan, biasanya pasti terkait dengan tema acara bukan? hal tersebut tercermin dari sambutan kadinkes dan wakil dekan, yang membicarakan kersos sebagai wujud pengabdian masyarakat, prevalensi penyakit gigi mulut yang menempati posisi nomor 2 di kalsel, kersos sebagai usaha meningkatkan derajat kesehatan rakyat Indonesia dan berbagai ucapan terima kasih. Tapi, sambutan dari sekda kalsel bisa dibilang melenceng dari tema acara yang ada. Beliau banyak membicarakan mengenai ketidakpuasan pemerintah daerah tentang desentralisasi dan otonomi daerah yang kurang berjalan dengan baik. Asumsi saya, beliau menganggap ini kesempatan untuk menyampaikan uneg – uneg di hadapan mahasiswa – mahasiswa yang sedang memakai jaket almamaternya yang mungkin biasa dilihat mengkritisi kebijakan pemerintah di tv akhir – akhir ini. Tapi, berkat kata – kata sambutan beliau, saya jadi tersadar bahwa kondisi setiap daerah itu berbeda.. kebutuhan pulau Jawa dan pulau Sumatera berbeda, apa yang kurang di Sulawesi bisa jadi berbeda dengan apa yang kurang di pulau Kalimantan. Pak Sekda sungguh antusias ketika membicarakan fakta bahwa di Kalsel pemadaman listrik merupakan hal yang lumrah (bahkan ketika acara penyambutan, kantor gubernur sedang terkena giliran..) padahal kalsel merupakan daerah penghasil batubara.. ironis bukan? lalu masalah BBM, di kalsel antrian BBM merupakan masalah yang nyata.. perjalanan kami dari penginapan ke pusat kota “dihiasi” kemacetan yang disebabkan oleh antrian BBM di setiap SPBU. Bahkan orang – orang yang mengantar kami ke daerah pelaksanaan kersos saja harus mengantri selama lebih dari 12 jam sebelum menjemput kami ke kota. Hal tersebut menyebabkan begitu berharganya bensin eceran.. yang dijual dengan harga Rp. 10.000 – 11.000. Tapi (tapi ketiga..) masyarakatnya tidak se”heboh” warga Jakarta yang bisa – bisa langsung protes, demo atau melakukan aksi – aksi yang kurang bijak. Kenapa? Lanjut ke sambutan pak camat

Sekarang masuk ke sambutan pak camat Salambabaris, salah satu kecamatan tempat kami mengadakan kersos. Apa yang pak camat sampaikan kurang lebih sama dengan apa yang disampaikan pak sekda. Kecamatan ini juga sering mengalami pemadaman listrik bergilir, apalagi di desa pantai cabe (tempat kami mengadakan kersos dan tinggal selama 3 hari). Di desa tersebut, jika perlu air bersih harus membeli, tidak ada air pam seperti di Jakarta. Padahal desa transmigran itu tidak jauh dari penambangan batu bara, berjarak sekitar 1 jam perjalanan dengan mobil, harusnya kaya bukan?.. Menurut pak sekda dan pak camat, batu bara yang ada dibawa ke pulau Jawa atau diekspor.. sehingga daerah asal tidak kebagian “enaknya”. Kalau begini, wajar saja jika terjadi gerakan – gerakan separatisme karena ketidakpuasan terhadap pemerintah pusat… Pak camat dan dinkes kecamatan juga menyampaikan kebingungan mereka terhadap aksi – aksi anarkis terkait BBM di pulau jawa atau di kota – kota besar. Di kalsel yang harga solar bisa mencapai 20 ribu saja masyarakatnya adem ayem.. (menurut mereka dan menurut wawancara kecil yang panitia sempat lakukan). Pejabat – pejabat tersebut menganjurkan kepada mahasiswa (aduh mahasiswa lagi.. PRnya banyak ya.) untuk mendesak pemerintah meningkatkan pendidikan dan kesehatan.. kalau masalah BBM, mereka tidak terlalu bermasalah.. Bingung kan kenapa? lanjut ke obrolan singkat dengan warga desa..

Selama pelaksanaan kersos, kami tinggal di rumah – rumah warga yang rata – rata terbuat dari kayu atau sebagian kayu sebagian beton. Merupakan kesempatan baik untuk “mengorek” cerita versi warga, toh mereka yang sebenar – benarnya merasakan dampak kebijakan – kebijakan pemerintah. Setelah mendapatkan momen yang tepat, saya mencoba mengobrol dengan nyonya rumah yang pada waktu itu sedang mempersiapkan keperluan anaknya yang akan masuk TK. Berikut percakapannya..

–ramah tamah di skip–

Fio (f): Bu, sejak kenaikan harga BBM bagaimana keadaan warga di sini?

Nyonya rumah (N): baik baik aja

f: (bagaimana bisa?? *dalam hati*) oh begitu bu? kenapa?

N: soalnya pendapatan kita juga naik

f: pendapatan apa bu?

N: rata – rata kan di sini petani karet, harga karet juga ikut naik

..tiba – tiba tuan rumah datang dan ikut nimbrung pembicaraan..

Tuan Rumah (T): iya, disini jadinya seimbang

f: harga – harga ga ada yang naik pak?

T: oh, harga pupuk jadi naik sih

f: terus pengaruh ga pak?

T: pengaruh.. tapi gpp, selama pupuknya ada, ga jadi masalah

f: kalau sembako ga naik pak?

T&N: enggak..

N: selama barangnya ada, harganya naik juga gapapa

f: kalau sekolah bayar ga bu?

N: disini sekolah udah ga bayar, paling uang seragam, jadi ga ada alasan ga sekolah

f: kalau berobat?

T: kalau berobat di puskesmas paling bayar 2000.. kalau di rumah sakit katanya ga bayar, tapi saya belum pernah ke RS tuh.. jadi kurang tau pelayanannya baik atau enggak.. ya kalau bisa sarana – sarananya diperbaiki, gedung – gedung sekolah dan kualitasnya juga ditingkatkan..

f: wah, jadi bapak dan ibu suka bingung ya kalau nonton tv, di jawa sering demo

T: iya.. menurut saya bebannya pulau jawa itu sudah terlalu besar.. masyarakatnya ga punya pendapatan.. jadi rentan kalau kena kenaikan harga..

(Fyi, keluarga tempat saya tinggal adalah keluarga transmigran dari pulau jawa..)

–akhir pembicaraan–

Sekarang mengerti kan mengapa saya sebut uneg – uneg terstruktur? karena semua orang menyampaikan konten yang sama, masalah yang sama dan tuntutan yang serupa… yang saya rasa tidak atau jarang ditemukan di Jakarta.. apalagi masyarakat di sana menitipkan uneg – uneg tersebut kepada kami, mahasiswa, yang ternyata masih menjadi harapan mereka, yang mereka nilai mempunyai kapabilitas untuk menyelesaikan masalah – masalah di masa depan, mahasiswa yang dianggap akan memperjuangkan nasib mereka.. orang – orang yang jauh dari pusat pemerintahan.. yang nampaknya kurang tersentuh… yang “lidahnya” tidak sampai ke para pejabat di Jakarta (nah lho, DPDnya pada ngapain? :p)

Masalahnya, terkadang kita sering terfokus pada satu masalah dan dalam lingkup maupun sudut pandang yang sempit,, bisa jadi selama yang kita lihat hanya kepentingan dan masalah di pulau Jawa saja, padahal daerah lain juga punya masalah.. mengutip kata pak dinkes kecamatan “Kalimantan Selatan juga bagian dari NKRI!” dan begitu pula 31 propinsi lainnya..

Saatnya bergerak dan menjadi jawaban permasalahan bangsa, bukan menjadi masalah baru.. bisa? tentu saja bisa!

Hidup Rakyat Indonesia!

Namanya ‘pengorbanan’

•June 21, 2008 • 4 Comments

Ini adalah cuplikan obrolan seorang anak perempuan yang sedang berupaya menyelesaikan pendidikan dokter giginya dengan sang ibu mengenai masa depan..

A (anak perempuan ) : Ma, aku nanti mau ngambil spesialis bedah mulut..

M (mama): oh.. berapa tahun tuh?

A: realistisnya 8 tahun..

M: oh..

A: … (terdiam sejenak) tapi bingung ma..

M: bingung kenapa?

A: kan 8 tahun tuh.. maunya setelah angkat sumpah dokter langsung lanjut atau enggak PTT dulu deh 2-3 tahun baru ambil spesialis.. berarti ambil spesialisnya sekitar umur 25 an gitu..

M: terus?

A: nah, umur segitu kan pasnya nikah kan ma

M: iya..

A: nah! kalo spesialis kan dari pagi sampe sore.. misalnya punya suami kayaknya ga masalah, waktu kerja kan jam segitu.. jadi bareng.. tapi kalo punya anak, siapa yang ngurus ya.. mama mau dititipin ga? :D selama pendidikan aja..

M: eh, ga boleh gitu.. memangnya di ajaran Islam ada titip2an anak?

A: *mikir* nabi Muhammad kan dititipin ke Ibu asuhnya sampe sekitar umur 7 tahunan ma *senyum kemenangan*

M: Hmm.. alasannya kenapa?

A: err… kalo ga salah supaya nabi Muhammad tumbuh di lingkungan yang lebih baik.. kan rumah ibu asuhnya di pedesaan

M: kenapa Ibunya ga ikutan ke pedesaan waktu itu?

A: … *ga tau alasannya*

M: kan yang dititipin anak sama Allah kan kamu.. kamu yang jaga donk.. masa’ mama..

A: … *ga tau harus ngomomg apa*

M: udah, kamu cari tahu dulu hukumnya.. pertimbangkan baik-buruknya juga

— end of conversation—

waaa.. bagaimana ini.. tidak direstui mengambil spesialis bedah mulut :( ( gimana donk.. apa titip ke mertua aja ya? kalau begini terus sepertinya harus ganti spesialis nih.. huhuhu

Harus ada yang dikorbankan memang, mau jadi istri dan ibu yang baik atau mau jadi dokter gigi dan akademisi yang berdedikasi membantu mewujudkan Indonesia sehat

memangnya ga bisa empat – empatnya ya… hmph..

-sekian